Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank-bank BUMN telah memngumumkan laporan kinerja keuangan 2023. Hasilnya, mencetak pertumbuhan kinerja yang mengesankan. Pertumbuhan kinerja empat bank pelat merah menuai apresiasi dari para investor. Harga saham mereka berhasil menguat tajam, baik selama setahun terakhir ataupun dihitung sejak awal tahun alias year to date (ytd).
Hanya saham Bank Tabungan Negara (BBTN) yang menguat terbatas secara tahunan. Budi Rustanto dan Farrell Nathanae dari tim riset OCBC Sekuritas mengatakan, laba bersih BBTN senilai Rp 3,5 triliun, tumbuh 15% yoy. Pencapaian itu melebihi perkiraan mereka sebesar 110,7% atau perkiraan konsensus sebesar 107,7%
Tim riset OCBC Sekuritas berpendapat manajemen BBTN telah melakukan strategi yang tepat di tengah ketatnya likuiditas. BBTN fokus pada pinjaman dengan imbal hasil tinggi yaitu usaha rakyat kredit (KUR), kredit kepemilikan rumah untuk segmen komersial, dan kredit lunak (KRING). Di sisi lain, BTN melakukan perbaikan cost of fund melalui optimalisasi dana murah (CASA).
Selain itu, pendapatan operasional lain melonjak 71,1% yoy menjadi Rp 3,89 triliun pada tahun 2023. Mnyumbang 12,2% dari total pendapatan, terutama yang bersumber dari keuntungan transaksi dan pemulihan treasury.
Baca Juga: Bank Papan Menengah Menjaring Laba Besar
BTN juga mendapatkan sumber pendapatan non-bunga baru. Mereka berhasil memanfaatkan bisnis perbankan transaksi grosir dengan lima fokus ekosistem, yaitu pendidikan, kesehatan, perdagangan, kawasan industri, dan properti terkait. Tim Riset OBC Sekuritas dalam riset Senin (19/2) menulis, biaya operasional turun tipis 4,5% yoy menjadi Rp 9,02 triliun pada 2023 dengan rasio biaya terhadap pendapatan lebih rendah sebesar 45,3% dari 46,7% pada 2022.
BBTN juga berhasil menekan rasio kredit bermasalah (NPL) sekitar 26 basis poin bps melalui penyelesaian kredit macet dan perbaikan proses bisnis, Termasuk sebagian besar divestasi penjualan aset sebesar Rp 861 miliar yang menyumbang 7,9% NPL.
OCBC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli BBTN dengan target harga yang lebih tinggi yaitu Rp1.500 per saham. “Kami tetap optimistis terhadap prospek BBTN, didorong oleh pertumbuhan kredit yang kuat dengan fokus pada segmen perumahan menyusul pemulihan ekonomi, insentif PPN, dan kebijakan moneter yang kurang hawkish. Lalu kepemimpinan dalam pasar KPR Indonesia dengan pangsa 39% dan KPR bersubsidi nasional dengan pangsa pasar 82%,” ungkap tim Riset OCBC NISP.
Tahun ini, BBTN diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan berbasis biaya (fee based income), efisiensi, dan rasio CASA pengembangan perbankan digital. Terakhir adalah prospek bisnis syariah yang menguntungkan.
“Kami memperkirakan pinjaman BBTN akan tumbuh 10% yoy pada tahun 2024, terutama didorong oleh perumahan, segmen imbal hasil tinggi, komersial, dan korporasi. Bank BTN mengoptimalkan bisnis KPR nonsubsidi dengan fokus pada segmen emerging affluent dan berencana melakukan ekspansi dengan menambah 3 pusat penjualan baru pada tahun ini,” papar tim riset. Senin (26/2) harga saham BBTN stagnan di Rp 1.460 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
