kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

BBTN akan bagikan dividen lebih kecil ketimbang tahun sebelumnya


Jumat, 25 Maret 2011 / 17:39 WIB
BBTN akan bagikan dividen lebih kecil ketimbang tahun sebelumnya
ILUSTRASI. Petugas gabungan mengarahkan bus yang membawa pemudik dari arah Bekasi menuju Karawang untuk berputar arah di Perbatasan Karawang - Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Penyekatan akses transportasi di perbatasan tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan


Reporter: Nina Dwiantika |

JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan menurunkan pembagian dividen tahun ini. Pasalnya penurunan dividen secara langsung akan memperkuat rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR), sehingga ekspansi kredit BTN pun akan lebih besar.

Iqbal Lantaro, Direktur Utama BBTN, memaparkan bahwa penurunan dividen kali ini akan lebih rendah dari tahun lalu. Tahun sebelumnya pembagian dividen mencapai 35%. “Meski berkurang, dividen yang dibagikan masih di atas 20%,” ujarnya, Jumat (25/3).

Sepanjang 2011, bank dengan aset terbesar urutan sepuluh ini merencanakan ekspansi kredit kepemilikan rumah (KPR) hingga Rp 26 triliun atau menargetkan pertumbuhan sekitar 25%-30%.

Ia menuturkan, dengan perhitungan dividen tersebut, CAR BTN masih di tingkat 17%. Tapi, dengan pertumbuhan kredit yang dipatok saat ini, CAR tersebut akan tergerus menjadi 15%. “Tapi akan kita tahan agar tak lebih dari angka tersebut,” ujar Iqbal.

Informasi saja, BBTN juga akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 2 triliun tahun 2011, namun Iqbal belum bisa menyampaikan tepatnya akan menerbitkan obligasi tersebut.

Iqbal berharap, kupon dari penerbitan obligasi yang akan datang ini bisa di bawah 10%. Hasil dari obligasi ini akan di ekspansi kan ke kredit dan obligasi yang sudah jatuh tempo.

Iqbal bilang, porsi ekspansi kredit akan lebih besar jika dibandingkan dengan obligasi yang jatuh tempo, "Porsi obligasi yang sudah jatuh tempo tidak akan mencapai Rp 1 triliun," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×