kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.839   37,00   0,22%
  • IDX 8.307   15,76   0,19%
  • KOMPAS100 1.174   2,25   0,19%
  • LQ45 842   -0,22   -0,03%
  • ISSI 297   1,10   0,37%
  • IDX30 437   0,64   0,15%
  • IDXHIDIV20 521   0,70   0,13%
  • IDX80 131   0,29   0,22%
  • IDXV30 144   0,99   0,69%
  • IDXQ30 141   -0,14   -0,10%

BBJ fokus pada olein di pengujung 2016


Rabu, 21 September 2016 / 15:55 WIB
BBJ fokus pada olein di pengujung 2016


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Sampai saat ini capaian transaksi olein terhitung paling kecil diantara produk komoditas multilateral lainnya milik Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Namun di sisa tahun 2016 fokus BBJ dipusatkan pada upaya menggenjot transaksi multilateral produk turunan crude palm oil (CPO) ini.

Mengutip situs resmi www.bbj-jfx.com, Rabu (21/9) pukul 11.43 WIB harga CPO kontrak pengiriman Oktober 2016 di BBJ untuk produk OLE 10 ton stagnan di level Rp 10.730 per kg sejalan dengan harga produk OLE 20 ton yang bertahan di level Rp 10.715 per kg. Hanya saja sejak akhir tahun 2015 lalu, harga produk OLE 20 ton sudah terbang 39,15% dan OLE 10 tahun melambung 35,39%.

Isa Abiyasa Djohari, Plt Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Usaha BBJ menyampaikan alasan BBJ memusatkan perhatian pada olein karena kesiapan produk ini dilepas ke pasar. Standarisasinya sudah diatur dengan jelas sebab ia merupakan bahan baku utama minyak goreng.

Selain itu, posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama CPO dunia juga memudahkan produksi olein berjalan dalam jumlah yang besar. “Hanya saja kenapa selama ini transaksi multilateral olein paling kecil, alasannya cuma satu yakni faktor kedekatan dan keterkenalan publik,” ujar Isa.

Pelaku pasar tidak banyak yang tahu bahwa Olein adalah bahan utama pembuatan minyak goreng. Sehingga kalah pamor jika dibandingkan produk multilateral BBJ lainnya seperti emas dan kopi. Sebagai informasi, sepanjang tahun 2015 volume transaksi multilateral olein hanya sebanyak 60.243 lot.

Dari data yang diberikan BBJ diketahui sampai 20 September 2015 lalu, transaksi olein 20 ton sudah mencapai 51.000 ton sementara olein 10 ton sebesar 26.000 ton atau total 77.000 lot. Artinya sampai pertengahan September 2016 ini transaksi olein sudah mencapai 78% dari keseluruhan target BBJ hingga akhir tahun 2016 nanti.

Tingginya transaksi olein 20 ton karena memang kebanyakan dilakukan oleh para produsen atau pengguna olein secara langsung. Sehingga aktivitas lebih tinggi dibanding produk 10 ton yang kebanyakan pasarnya diisi oleh para spekulan dan pialang.

“Saat ini aktivitas perdagangan multilateral olein memang sangat sepi dengan rata-rata transaksi harian 100 – 300 lot saja,” jelas Isa.

Itu karena memang belum banyak transaksi antara penjual dan pembeli melalui bursa berjangka. Untuk meramaikan pasar multilateralnya BBJ menggunakan market maker sesuai aturan bursa berjangka yang resmi. Di mana para pialang bertindak untuk memancing terjadinya aktivitas transaksi.

Memang BBJ giat mempromosikan produk ini ke masyarakat selain juga melakukan pendekatan dengan para penjual untuk berdagang melalui bursa.

Demi menarik minat pasar pun harga acuan di BBJ setiap sore harinya dikumpulkan berdasarkan harga rata-rata dari beberapa pedagang olein yang dihubungi langsung oleh pihak BBJ. “Sehingga harganya benar sesuai dengan apa yang ada di pasar,” kata Isa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×