kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

BBJ belum berencana merilis perdagangan berjangka mata uang kripto dalam waktu dekat


Minggu, 18 Agustus 2019 / 22:23 WIB
BBJ belum berencana merilis perdagangan berjangka mata uang kripto dalam waktu dekat
ILUSTRASI. Komputer penambangan uang kripto

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banyaknya hal yang perlu disiapkan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) sehingga belum berencana merilis perdagangan berjangka mata uang kripto dalam waktu dekat. Ditambah lagi, tren transaksi aset kripto dianggap tengah slowdown.

Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, saat ini crypto asset atau aset kripto sudah mendapatkan izin dari pemerintah untuk diperdagangkan. Hanya saja, saat ini baru diperdagangkan di masing-masing platform exchanger.

"Saat ini belum (ada) yang ditransaksikan di bursa berjangka. Saat ini sedang dalam proses persiapan semuanya," jelas Stephanus Kamis (15/8).

Baca Juga: CEO Indodax: Teknologi blokchain bukan sebatas mata uang crypto

Dia menjelaskan, setiap produk investasi memiliki prospek unlimited. Sehingga yang dibutuhkan saat ini, bagaimana cara untuk mengemas dan mengelola produk investasi tersebut, termasuk aset kripto. Selain itu, produk investasi juga harus memiliki rasa kepercayaan dan tingkat keuntungan mayoritas.

"Kami belum targetkan (perdagangan kripto di birsa berjangka), untuk kripto enggak akan mudah jadi kami rasa belum," ungkapnya.

Adapun tantangan terbesar yang perlu disiapkan mulai dari sarana maupun prasarana. Mengingat, perdagangan kripto merupakan bagian dari pengumpulan dana dari masyarakat. Sementara produk yang ditransaksikan tidak berbentuk atau abstrak.

Stephanus mengungkapkan bukan hal yang mudah untuk menerbitkan perdagangan aset kripto di bursa berjangka. Apalagi, salah satu yang perlu disiapkan yakni dari sisi teknologi atau IT harus memiliki high security level dan diakui dunia.

Baca Juga: Indodax akan mendaftarkan diri ke BAPPEBTI sebagai tempat penukaran Kripto

"Banyak investasi (yang dibutuhkan) khususnya software dan hardware yang harus diupdate terus. Sekarang kripto juga sudah mulai sedikit slowdown," ujarnya.

Menurutnya, minat investasi terus berganti mengacu pada minat investor yang berkurang dan bertambah. Dia menilai, dinamika investasi kerap begitu tinggi dan mengikuti tren. Sehingga, diperlukan juga regulasi untuk memproteksi atau memberikan perlindungan.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×