kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bayangan ekonomi global menyeret bursa AS


Kamis, 20 Agustus 2015 / 21:47 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut di tengah aksi jual di bursa saham negara berkembang. Kian menegaskan kekhawatiran akan melambatnya perekonomian global.

Indeks Standard & Poor 500 turun 1,1 % menjadi 2.056,64 pukul 10:07 waktu New York, turun di bawah harga rata-rata untuk 200 hari terakhir dan menghapus keuntungan untuk tahun ini. Dow Jones Industrial Average kehilangan 212,92 poin, atau 1,2 %, ke 17.135,81.

"Ada aliran berita negatif terus menerus datang dari China dan Asia, harga komoditas menurun. Ini akan terus membebani bursa AS, "kata Steven Santos, seorang broker di Banco de Investimento global SA di Lisbon.

Aksi jual di pasar negara berkembang semakin mendalam setelah Kazakhstan meninggalkan patokan perdagangan mata uangnya, bersama dengan Vietnam setelah devaluasi mata uang China. Pelemahan mata uang dan perlambatan pertumbuhan ekonomi China mendorong Citigroup Inc memangkas proyeksi pertumbuhan global tahun 2016 menjadi 3,1% dari 3,3%, penurunan ketiga berturut-turut, sementara itu mempertahankan perkiraan tahun 2015 sebesar 2,7%.

Kecemasan para investor atas pelemahan pasar saham luar negeri meningkat karena Federal Reserve mempertimbangkan waktu kenaikan suku bunga pertama sejak tahun 2006. Pertumbuhan ekonomi global yang melambat dapat menyebabkan bank sentral untuk menunda menaikkan suku bunga setelah minutes yang dirilis kemarin menunjukkan kekhawatiran tentang inflasi rendah yang sulit diatasi bahkan setelah pasar tenaga kerja membaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×