Reporter: Rashif Usman | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan pada 2026 setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7/2026).
Emiten pengelola jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics tersebut menargetkan pendapatan sebesar Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun sepanjang tahun ini.
Sejalan dengan itu, JECX membidik laba bersih sekitar Rp 320 miliar.
Baca Juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) Bayar Kupon Surat Utang Hari Ini (7/7), Ini Rinciannya
Direktur Keuangan JEC Group, Budi Djatmiko, mengatakan perseroan masih yakin dapat mencapai target tersebut dengan tetap menjaga efisiensi operasional.
"Kami masih optimistis pendapatan mencapai Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun. Untuk laba bersih kurang lebih sekitar Rp 320 miliar, ini tergantung bagaimana kami memonitor dan mengendalikan biaya," ujar Budi di Gedung BEI.
Menurut Budi, industri layanan kesehatan membutuhkan penyesuaian (fine-tuning) strategi operasional secara berkelanjutan seiring perubahan kondisi ekonomi.
Karena itu, JECX secara rutin mengevaluasi strategi bisnis, mulai dari penyesuaian program layanan hingga kebijakan operasional, guna menjaga minat pasien.
Perseroan juga terus memantau pencapaian target jumlah pasien dan tingkat kunjungan sepanjang tahun.
Baca Juga: Obligasi Sinar Mas Agro (SMAR) Senilai Rp 958 Miliar Jatuh Tempo pada Oktober 2026
Ia mengakui, kondisi ekonomi dapat memengaruhi keputusan pasien untuk menjalani tindakan medis.
"Ada kemungkinan pasien menunda tindakan medis, misalnya baru direalisasikan tahun depan. Tetapi pemeriksaannya tetap dilakukan tahun ini. Hal-hal seperti ini bisa memengaruhi naik turunnya kinerja keuangan," jelasnya.
Budi menambahkan, realisasi laba bersih masih berpotensi bergerak sekitar 10% di atas maupun di bawah target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, fluktuasi tersebut dipengaruhi berbagai faktor eksternal yang berada di luar kendali perusahaan, terutama tekanan biaya.
Ia menjelaskan, biaya operasional masih menghadapi tantangan dari kenaikan harga alat kesehatan dan kebutuhan medis.
Baca Juga: BEI Kaji Ulang Ketentuan Papan Pemantauan Khusus
Pemasok disebut mengalami peningkatan biaya produksi akibat keterbatasan pasokan bahan baku, sehingga turut memengaruhi harga produk yang dibeli perseroan.
Meski demikian, manajemen JECX menegaskan akan terus mengendalikan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi agar target pendapatan dan laba bersih pada 2026 tetap dapat tercapai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














