kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.706   62,71   1,11%
  • KOMPAS100 737   9,52   1,31%
  • LQ45 558   5,20   0,94%
  • ISSI 199   2,08   1,06%
  • IDX30 316   2,13   0,68%
  • IDXHIDIV20 390   0,47   0,12%
  • IDX80 84   0,86   1,03%
  • IDXV30 106   -0,37   -0,35%
  • IDXQ30 102   0,44   0,43%

Barito Pacific (BRPT) bukukan pendapatan US$ 610,6 juta pada kuartal I 2020


Kamis, 11 Juni 2020 / 15:13 WIB
ILUSTRASI. Dirut PT Barito Pacific Tbk, Agus Salim Pangestu (kedua kanan), Wakil Direktur Utama Rudy Suparman (kedua kiri), Direktur Andry Setiawan (kiri) dan Direktur Independen David Kosasih, berbincang usai menggelar acara Investor Gathering, di Jakarta, Senin (2


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

EBITDA menurun sebesar 40,4% dari US$ 161 juta pada kuartal I-2019 menjadi US$ 96 juta pada kuartal I-2020 yang utamanya disebabkan oleh menurunnya keuntungan dari kegiatan petrokimia akibat penurunan permintaan global terhadap produk petrokimia.

Direktur Keuangan BRPT David Kosasih menjelaskan meskipun sektor petrokimia melemah dipengaruhi oleh situasi ekonomi makro, volume penjualan TPIA dikatakan masih relatif stabil.

Baca Juga: Merugi di Kuartal I, Ini Siasat Chandra Asri (TPIA) Menghadapi Efek Corona

“Terjadi pelemahan permintaan secara global tetapi volume penjualan TPIA masih realtif stabil. Ini merupakan pembuktian bahwa posisi kami sebagai pemimpin pasar di Indonesia, di tengah melemahnya tingkat permintaan domestik,” jelasnya dalam teleconference, Kamis (11/6).

Seiring dengan proyek pembangunan pabrik Chandra Asri II alias CAP II, David optimistis ke depan BRPT melalui anak usahanya dapat terus memenuhi kebutuhan dalam negeri mengingat jumlah penduduk Indonesia yang besar menjadi pasar yang potensial, apalagi secara struktur di Indonesia terdapat ketergantungan impor hingga 50%-60%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×