kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Banyak cobaan, ICDX tunda penerbitan transaksi berjangka timah


Kamis, 07 November 2019 / 07:30 WIB
Banyak cobaan, ICDX tunda penerbitan transaksi berjangka timah


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Tendi Mahadi

Mengutip Bloomberg, sepanjang 2019 harga timah global tercatat koreksi sebanyak 15,51% year to date (ytd). Pada perdagangan Selasa (5/11) harga tercatat berada di level US$ 16.455 per metrik ton. 

"Sepanjang 2019, kira-kira penurunan transaksi timah di pasar ICDX turun sekitar 40% per Oktober, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Harapannya di kuartal II dan kuartal III harga bisa kembali mengalami perbaikan khususnya dari sisi permintaan," ungkapnya.

Hingga akhir 2019, ICDX mempredikisi volume transaksi masih stabil meskipun masih dalam kecenderungan turun. Apalagi tahun ini terjadi pengurangan produksi dari PT Timah sekitar 2.000 hingga 2.500 ton yang bertujuan untuk memantik kenaikan harga.

Yoga mengakui, meskipun transaksi Timah lebih banyak dilakukan di "tetangga sebelah" namun tidak menutup kemungkinan bagi ICDX untuk dorong pertumbuhan transaksi lewat trader lainnya.

Baca Juga: Harga minyak terkoreksi di tengah tren kenaikan

"Saat ini terdapat 38 smelter atau trader timah, salah satunya PT Timah yang berkontribusi 30% terhadap total volume. Kami juga memiliki keep 2-3 smelter besar yang membuat kami tetap optimistis untuk transaksi ke depan, harapannya Q2 dan Q3 ada perbaikan," jelasnya.

Direktur PT Refined Bangka Tin (RBT) Reza Andriansyah saat ditemui di Bangka pekan lalu mengaku meskipun menjadi anggota di ICDX dan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), transaksi perdagangan justru lebih banyak dilakukan di BBJ. Menurutnya, ketimbang ICDX transaksi di BBJ jauh lebih efisien dan user friendly.  

"Platformnya lebih mudah diakses, transparan dan web based. Bahkan trading lewat ponsel pun sudah bisa dilakukan, dan ada laporan hariannya. Jadi lebih efisien dan user friendly," ungkap Reza. 

Di sisi lain, merosotnya harga global timah tahun ini diakui RBT bakal berdampak bagi kinerja perusahaan, baik terhadap volume produksi hingga margin. Dengan pemangkasan produksi timah tahun ini, Reza memprediksi target produksi akhir tahun bakal turun sekitar 2.500 ton hingga 3.000 ton per tahun, dari capaian produksi akhir 2019 sebanyak 6.000 ton. Begitu juga dampak ke margin yang diperkirakan bakal turun 0,5% hingga 1%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×