kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Banyak amunisi mengangkat rupiah sepekan ini


Jumat, 09 September 2016 / 20:01 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rupiah mencatat kinerja positif sepanjang pekan ini meski tergerus di akhir pekan. Menipisnya potensi kenaikan suku bunga The Fed diikuti perbaikan data ekonomi dalam negeri menjadi amunisi bagi mata uang garuda.

Di pasar spot, Jumat (9/9) kurs rupiah melemah 0,34% ke level Rp 13.108 dibanding sehari sebelumnya. Namun dalam sepekan terakhir rupiah berhasil menguat 1%.

Sedangkan di kurs tengah Bank Indonesia rupiah cenderung bergerak flat pada akhir pekan di Rp 13.089 dan menguat 1,3% dalam sepekan terakhir.

Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menjelaskan, rupiah menguat signifikan dalam sepekan ini setelah berkurangnya probabilitas kenaikan suku bunga The Fed bulan ini. Sebab, rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) bulan Agustus mengecewakan.

Di sisi lain, rilis data ekonomi dalam negeri justru menggembirakan. Cadangan devisa bulan Agustus tercatat US$ 133,5 miliar atau naik dari bulan sebelumnya US$ 111,4 miliar.

"Tetapi rupiah melemah pada akhir pekan setelah data klaim penggangguran AS berkurang. Koreksi rupiah juga disebabkan faktor teknikal," kata Putu.

Faktor lain yang memberatkan rupiah pada akhir pekan yakni angka penjualan ritel dalam negeri bulan Juli yang turun tajam menjadi 6,7% dari bulan sebelumnya 15,9%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×