kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Banjir pasokan membuat harga minyak WTI anjlok 4% ke US$ 43,95 per barel


Jumat, 06 Maret 2020 / 19:25 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi harga minyak mentah WTI


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia kembali terkapar. Mengutip Bloomberg, Jumat (6/3), pukul 19.15 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman April 2020 di ICE Futures anjlok 4,25% menjadi US$ 43,95 per barel. Pada perdagangan hari sebelumnya, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) ini berada di level US$ 45,90 per barel.

Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan mengatakan, anjloknya harga minyak terjadi karena banjir pasokan masih menggenangi harga si hitam. 

Lebih lanjut, Yudi menyebut, seharusnya harga minyak bisa rebound jika pertemuan antara anggota OPEC dan sekutu, yang disebut OPEC+ berjalan lancar. Seperti diketahui, OPEC baru saja memberikan proposal tentang pemangkasan produksi lebih dalam untuk tahun ini. 

Baca Juga: Harga minyak tergelincir 2% setelah Rusia belum sepakat pangkas produksi

“OPEC sepakat untuk memangkas produksi tambahan hingga 1,5 juta barel per hari. Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk mengurangi suplai minyak dunia sekaligus menjaga harga minyak,” kata dia kepada Kontan.co.id, Jumat (6/3).

Yudhi menyebut, seharusnya langkah ini menaikkan harga minyak ketika persediaan menurun dan permintaan stabil. Tapi sayangnya permintaan minyak dunia belakangan ini justru juga menurun imbas persebaran virus corona.

“Imbas corona, IMF sudah turunkan pertumbuhan ekonomi global dan dampaknya permintaan minyak juga turun. Hal ini karena roda industri akan sedikit lemah dan berpotensi mengurangi bahan bakar dan akhirnya berpengaruh ke harga minyak,” tambah Yudi.

Lebih lanjut, Yudi menyebut harga minyak dunia saat ini merupakan yang terendah sejak 2017. Ke depannya support level minyak WTI berada di US$ 44 per barel. “Jika level US$ 44 berhasil ditembus, bisa saja minyak turun ke level US$ 40 barel," pungkas Yudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×