kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bangun smelter baru, Central Omega Resources (DKFT) tambah modal lewat rights issue


Rabu, 23 Januari 2019 / 07:30 WIB


Reporter: Rezha Hadyan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) berencana menambah modal dengan menerbitkan saham baru melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Emiten perdagangan dan pertambangan ini menawarkan 9,30 miliar saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per saham.

Rencana penambahan modal ini terlebih dahulu akan dibahas pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 28 Februari 2019 mendatang. Apabila disetujui dalam RUPSLB tersebut barulah pihak Central Omega Resources melakukan Pernyataan Pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Central Omega Resources Feni Silviani Budiman menyatakan, penerbitan saham baru ini akan berdampak positif karena akan memperbaiki struktur modal dan arus kas DKFT. “Dengan adanya penambahan modal ini maka perusahaan akan segera dapat memulai rencana pembangunan smelter feronikel tahap II di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah,” kata dia melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia Selasa (22/1).

Lebih lanjut Feni mengingatkan kepada pemilik saham DKFT bahwa rencana penambahan modal kali ini akan berpengaruh pada presentase kepemilikan saham. Bagi pemegang saham DKFT yang tidak melaksanakan haknya untuk melakukan pembelian saham baru sesuai dengan HMETD-nya akan mengalami penurunan kepemilikan sahamnya atau dilusi.

Sebagai informasi, sebelumnya Central Omega Resources menyatakan bahwa kapasitas produksi smelter feronikel baru itu bisa mencapai 250.000 metrik ton per tahun. Nilai investasi yang akan dikeluarkan untuk pembangunan smelter tersebut sebesar Rp 7 triliun. Ditargetkan pembangunan smelter itu rampung pada akhir 2019.

Kemarin, harga saham DKFT ditutup pada Rp 300 per saham. Dalam tiga bulan terakhir, harga saham rata-rata DKFT berada di Rp 314 per saham. Dengan perhitungan harga rata-rata tersebut, maka DKFT bisa mengantongi dana Rp 2,92 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×