kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bahana bakal jual saham GIAA ke bank asing?


Senin, 07 Maret 2011 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Seorang buruh membawa poster Tolak Omnibus Law saat mengikuti aksi unjuk rasa di Depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Aksi tersebut menolak pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sebab isinya dinilai akan merugikan kepentingan kaum b


Reporter: Barratut Taqiyyah, Financial Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga saham Garuda Indonesia (GIAA) belum menunjukkan tanda-tanda naik. Pada pukul 15.18, saham GIAA anjlok 3,85% menjadi Rp 500.

Harga saham GIAA yang kian merosot dipastikan semakin membuat joint lead underwriter yang menangani initial public offering (IPO) GIAA rugi berat. Tiga underwriter yakni Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan Bahana Sekuritas saat ini terpaksa harus membeli 3 miliar saham Garuda yang tidak terserap pasar seharga US$ 300 juta.

Danareksa dan Bahana merupakan dua underwriter yang paling terpukul akibat kejadian ini. Bahana, misalnya, harus menelan pil pahit dengan menanggung kerugian sebesar US$ 82 juta.

Dikabarkan, Bahana terpaksa harus mencari pinjaman dari perusahaan BUMN lain dan harus menjual saham GIAA tersebut ke bank asing.

"IPO Garuda merupakan kegagalan besar. Mereka tidak memperhitungkan waktu, harganya terlampau mahal, serta banyaknya saham yang dilepas tidak tepat. Untuk sekuritas kecil seperti Bahana, itu merupakan kerugian besar yang melampaui kemampuan mereka," papar Lin Che Wei, independent financial analyst.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×