kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.963   51,00   0,28%
  • IDX 6.025   -45,66   -0,75%
  • KOMPAS100 778   -6,86   -0,87%
  • LQ45 596   -5,48   -0,91%
  • ISSI 209   -1,58   -0,75%
  • IDX30 330   -3,03   -0,91%
  • IDXHIDIV20 421   -3,52   -0,83%
  • IDX80 89   -0,80   -0,89%
  • IDXV30 114   -0,64   -0,56%
  • IDXQ30 108   -0,67   -0,61%

Bahana bakal jual saham GIAA ke bank asing?


Senin, 07 Maret 2011 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Seorang buruh membawa poster Tolak Omnibus Law saat mengikuti aksi unjuk rasa di Depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Aksi tersebut menolak pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sebab isinya dinilai akan merugikan kepentingan kaum b


Reporter: , | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga saham Garuda Indonesia (GIAA) belum menunjukkan tanda-tanda naik. Pada pukul 15.18, saham GIAA anjlok 3,85% menjadi Rp 500.

Harga saham GIAA yang kian merosot dipastikan semakin membuat joint lead underwriter yang menangani initial public offering (IPO) GIAA rugi berat. Tiga underwriter yakni Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan Bahana Sekuritas saat ini terpaksa harus membeli 3 miliar saham Garuda yang tidak terserap pasar seharga US$ 300 juta.

Danareksa dan Bahana merupakan dua underwriter yang paling terpukul akibat kejadian ini. Bahana, misalnya, harus menelan pil pahit dengan menanggung kerugian sebesar US$ 82 juta.

Dikabarkan, Bahana terpaksa harus mencari pinjaman dari perusahaan BUMN lain dan harus menjual saham GIAA tersebut ke bank asing.

"IPO Garuda merupakan kegagalan besar. Mereka tidak memperhitungkan waktu, harganya terlampau mahal, serta banyaknya saham yang dilepas tidak tepat. Untuk sekuritas kecil seperti Bahana, itu merupakan kerugian besar yang melampaui kemampuan mereka," papar Lin Che Wei, independent financial analyst.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×