kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bagaimana nasib IHSG perdagangan Jumat (14/2) besok?


Kamis, 13 Februari 2020 / 20:47 WIB
Bagaimana nasib IHSG perdagangan Jumat (14/2) besok?
ILUSTRASI. JAKARTA,11/02-IHSG NAIK TIPIS. Warga melintas di depan layar pergerakan saham di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (11/02). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 3,60 poin atau 0,06% ke 5.955,68 pada penutupan perdagangan sesi I hari ini. Seban

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah 0,70% ke level 5.871,954 pada perdagangan, Kamis (13/2). Dalam sepekan, IHSG melemah 6,59%. Secara year-to-date (ytd), IHSG telah melemah 6,53% .

Hari ini, investor asing melakukan beli bersih sebanyak Rp 152,57 miliar di pasar regular. Namun sepanjang tahun ini, asing mencatatkan net sell Rp 1,37 di pasar reguler.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan indeks disebabkan oleh faktor teknikal. “Karena sudah membuat new low (tembus level 5.877). Jadi, paling tidak IHSG akan bergerak ke arah 5.850 – 5.750,” ujar Herditya kepada Kontan.co.id, Kamis (13/2).

Baca Juga: Masuki fase bearish, IHSG diramal bisa anjlok sampai level 5.500 hingga akhir Maret

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan penurunan IHSG dipimpin oleh saham-saham sektor Pertanian (-2,73%) dan Industri Dasar (-1,96%).

Saham produsen crude palm oil (CPO) seperti AALI (-4,75%) dan LSIP (-4,53%) menjadi pemimpin pelemahan setelah harga CPO turun 2.88% menyusul kekhawatiran penurunan permintaan lebih tinggi dari pada penurunan output CPO Malaysia.

Aksi rush money dari dalam negeri pun masih cukup deras setelah salah satu institusi kembali dikabarkan gagal bayar akibat penurunan aset ekuitasnya yang signifikan.

“Hal tersebut menyeret kepercayaan investor menjadi lebih rendah pada ekuitas di Indonesia,” tulis Lanjar dalam riset (13/2).

Untuk perdagangan, Jumat (14/2), Herditya memprediksi IHSG masih minim katalis. Pun jika ada, sentiment yang menerjang IHSG hanya berkutat pada penyebaran virus corona. Untuk itu, Herditya memperkirakan IHSG akan terkoreksi terbatas di kisaran 5.840 – 5.950.

Baca Juga: Nasib reksadana campuran bergantung pada pergerakan IHSG dan virus corona

Sementara menurut Lanjar, indikator stochastic dan RSI masih memberikan sinyal perlambatan pergerakan serta momentum yang mulai berada pada area oversold. Sehingga, IHSG peluang teknikal rebound menipis dengan potensi melanjutkan pelemahan pada kisaran 5.840-5.930.




TERBARU

Close [X]
×