kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.222   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.107   -22,97   -0,32%
  • KOMPAS100 961   -5,51   -0,57%
  • LQ45 687   -4,03   -0,58%
  • ISSI 257   -1,74   -0,67%
  • IDX30 379   -2,57   -0,67%
  • IDXHIDIV20 465   -6,38   -1,35%
  • IDX80 108   -0,59   -0,55%
  • IDXV30 136   -1,32   -0,96%
  • IDXQ30 121   -1,18   -0,97%

Awal Pekan, Rupiah Lanjut Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS


Senin, 27 April 2026 / 15:45 WIB
Awal Pekan, Rupiah Lanjut Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS
ILUSTRASI. proyeksi pergerakan rupiah usai ditutup menguat pada Senin (27/4/2026)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah tampil perkasa dan berhasil melanjutkan penguatan pada perdagangan awal pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (27/4/2026), rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 17.211 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat 0,1% dibandingkan dengan penutupan pada Jumat (24/7/2026) di level Rp 17.229.

Sejalan, kurs rupiah Jisdor juga menguat 0.29% menjadi Rp 17.227 per dolar AS di awal pekan ini.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah hari ini didorong oleh pelemahan dolar AS di tengah sentimen pasar yang cenderung risk on.

Baca Juga: GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) Bakal Rilis Kinerja, Begini Proyeksi Analis

“Investor disebut mulai mengabaikan kegagalan perundingan AS-Iran dan menaruh harapan pada proposal baru Iran mengenai dibukanya kembali Selat Hormuz,” ujar Lukman saat dihubungi Kontan, Senin (27/4/2026).

Selain faktor eksternal, data domestik juga turut menopang pergerakan rupiah. Lukman menyebut realisasi investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) Indonesia yang lebih kuat dari ekspektasi menjadi sentimen tambahan bagi mata uang Garuda.

Untuk perdagangan Selasa (28/4/2026), Lukman memperkirakan, pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi sentimen eksternal, terutama perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Pasalnya, minimnya rilis data ekonomi penting membuat pasar lebih sensitif terhadap isu global.

Ia menilai sentimen pasar yang relatif positif belakangan ini masih berpotensi menopang rupiah, ditambah dengan langkah stabilisasi dari Bank Indonesia (BI).

Meski demikian, penguatan rupiah dinilai belum solid karena masih dibayangi sejumlah risiko dari dalam negeri. Salah satu faktor yang perlu dicermati adalah potensi pelebaran defisit anggaran, seiring kenaikan harga energi yang dapat menekan fiskal pemerintah.

Baca Juga: OJK Kebut ETF Emas, Tiga Manajer Investasi Mulai Susun Prospektus

“Rupiah masih belum keluar dari tekanan, terutama dari sisi domestik terkait kekhawatiran defisit anggaran yang bisa melebar,” imbuhnya.

Maka untuk Selasa (28/4/2026), Lukman memproyeksikan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.150 hingga Rp 17.250 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×