kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Awal pekan, IHSG ditutup merosot 0,5%


Senin, 15 Oktober 2018 / 16:27 WIB
Awal pekan, IHSG ditutup merosot 0,5%
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat berupaya naik pada perdagangan pagi, menutup transaksi hari ini dengan penurunan. IHSG ditutup dengan penurunan 29,23 poin atau 0,51% menjadi 5.727,26. 

Sebanyak 296 saham yang turun menyeret IHSG, sementara 118 saham menguat. Sedangkan 106 lainnya tak bergerak.

Pasar hari ini memperjualbelikan 8,8 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 6,35 triliun. 

Sembilan dari sepuluh sektor penopang IHSG menderita penurunan. Saham industri dasar anjlok sampai 3,68%. Penurunan diikuti sektor saham pertambangan yang turun 1,69% dan manufaktur sebesar 1,27%. 

Satu-satunya sektor yang naik adalah finansial, yang mendaki 0,97%.

Saham LQ45 yang paling menderita penurunan antara lain: PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) yang merosot 18,18% menjadi Rp 11.700 per saham. Diikuti PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang turun 6,42% menjadi Rp 3.500 per saham. Juga saham PT Indika Energy Tbk (INDY) yang turun 4,91% menjadi Rp 2.520 per saham.

Saham LQ45 yang masih menguat antara lain: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kenaikan 2,58% menjadi Rp 23.850, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 1,81% menjadi Rp 7.050 per saham, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 1,69% menjadi Rp 3.000 per saham.

Investor asing hari ini lebih banyak membeli ketimbang menjual. Net buy di pasar reguler mencapai Rp 379,28 miliar. Sedangkan di pasar keseluruhan tercatat net buy sebesar Rp 340,06 miliar.  

Hari ini, data neraca perdagangan September Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka surplus US$ 227,1 juta. Kendati angka impor merosot 13,18% dibanding Agustus, angka ekspor masih lesu dengan penurunan 6,58%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×