Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di dua zona pada transaksi perdagangan hari ini (18/7). Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.24 WIB, indeks tercatat turun 0,15% menjadi 5.102,52. Pada transaksi sebelumnya, indeks sempat naik 0,1% ke level 5.116,47.
Ada 121 saham yang melaju. Sedangkan 89 saham tertekan dan 73 saham tak banyak mencatatkan perubahan. Volume transaksi perdagangan hari ini melibatkan 982,783 juta saham dengan nilai transaksi Rp 1,031 triliun.
Ada lima sektor yang mendaki. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar di antaranya: sektor agrikultur naik 0,97%, sektor pertambangan naik 0,64%, dan sektor industri lain-lain naik 0,53%. Sedangkan sektor dengan penurunan terdalam adalah sektor keuangan yang turun sebesar 0,72%.
Saham-saham indeks LQ 45 yang menghuni posisi top losers di antaranya: PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun 2,33% menjadi Rp 21.000, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) turun 2,14% menjadi Rp 1.145, dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) turun 1,59% menjadi Rp 620.
Sedangkan di posisi top gainers indeks LQ 45, terdapat saham-saham: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 3,76% menjadi Rp 2.760, PT Siloam International Tbk (SILO) naik 2,94% menjadi Rp 11.375, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik 2,51% menjadi Rp 1.020.
Pasar saham Asia dibuka flat pada transaksi Senin (18/7). Di Australia, indeks ASX 200 dibuka dengan kenaikan 0,11% pada pukul 08.00 WIB. Sektor finansial berhasil menyokong kenaikan indeks Negeri Kanguru itu.
Adapun pergerakan sejumlah saham yang turut mempengaruhi ASX 200 antara lain: Rio Tinto yang turun 0,38%, Fortescue turun 1,54%, dan BHP Billiton Ltd turun 0,49%.
Sedangkan indeks di Korea Selatan dibuka dengan penurunan 0,13%. Adapun indeks NZX 50 di Selandia Baru bergerak flat di level 7.079,52.
Sementara, pasar saham di Jepang ditutup karena perayaan Hari Marinir.
Bursa Asia tengah mencari arah pergerakan seiring minimnya perilisan data ekonomi pada pekan ini di Asia. Investor juga memilih untuk berisitirahat sejenak untuk mengamati perkembangan global, khususnya kegagalan kudeta militer di Turki pada Jumat (15/7) lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













