Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.040
  • SUN95,65 0,01%
  • EMAS671.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Awal Februari, investor asing sudah catatkan aksi beli Rp 15,75 triliun di pasar SBN

Minggu, 10 Februari 2019 / 17:30 WIB

Awal Februari, investor asing sudah catatkan aksi beli Rp 15,75 triliun di pasar SBN
ILUSTRASI. Pasar Modal

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki bulan Februari, arus masuk dana investor asing di pasar surat berharga negara (SBN) masih terus terjadi. Hal ini tak lepas dari sejumlah sentimen positif dari dalam maupun luar negeri.

Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, kepemilikan dana asing di SBN telah mencapai Rp 925,68 triliun hingga Kamis (7/2). Artinya, dana investor asing di SBN telah bertambah Rp 15,75 triliun dalam 4 hari pertama di bulan Februari.


Adapun jika dihitung sejak awal tahun atau secara year to date, kepemilikan asing di SBN telah meningkat sebesar Rp 32,43 triliun.

Research Analyst Capital Asset Management Desmon Silitonga menyampaikan, tingginya pertumbuhan kepemilikan asing di SBN pada awal Februari cukup dipengaruhi oleh hasil FOMC Meeting di akhir bulan lalu.

Kala itu, The Federal Reserves mengonfirmasikan sikapnya untuk lebih berhati-hati menerapkan kebijakan kenaikan suku bunga acuan AS di tahun ini seiring ancaman perlambatan ekonomi global.

Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management Indonesia Anil Kumar menambahkan, potensi penurunan suku bunga acuan tak hanya terjadi di AS. Sejumlah bank sentral di berbagai negara maju lainnya juga mulai ancang-ancang melakukan hal serupa.

Sentimen ini menjadikan instrumen obligasi sebagai tempat parkir dana yang aman bagi para investor global.

Lantas, para investor global mulai melirik negara-negara emerging market yang masih menawarkan yield obligasi tinggi sebagai tujuan investasi. “Salah satu negara yang menjadi favorit investor asing saat ini adalah Indonesia,” ujar Anil, akhir pekan lalu.

Keunggulan Indonesia terletak pada selisih yield surat utang negara (SUN) dengan US Treasury yang cukup lebar. Sebagai gambaran, yield SUN tenor 10 tahun pada Jumat (8/2) berada di level 7,84% sedangkan yield US Treasury untuk tenor serupa berada di level 2,63%.

Keyakinan investor asing untuk masuk ke pasar SBN Indonesia makin tinggi setelah sentimen perang dagang tengah mereda. Pasalnya, AS dan China selaku dua negara yang terlibat langsung dalam konflik tersebut terus melakukan negosiasi secara intens di tengah masa gencatan senjata.

Belum cukup, sentimen eksternal yang positif ditambah perekonomian Indonesia yang berhasil tumbuh 5,17% di tahun lalu membuat tren penguatan rupiah terus berlangsung. “Penguatan rupiah membuat investor asing tak lagi khawatir dengan risiko kerugian kurs,” imbuh Desmon.

Ia menambahkan, karena sentimen-sentimen terkini cenderung positif, investor asing yang masuk ke pasar SBN tak hanya terkonsentrasi di seri-seri tenor pendek atau di bawah 5 tahun saja. Kini, para investor asing juga memburu seri-seri tenor menengah hingga panjang.

Reporter: Dimas Andi
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0464 || diagnostic_web = 0.3512

Close [X]
×