Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk setelah MSCI memutuskan membekukan sementara perubahan indeks di pasar modal Indonesia.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG ditutup anjlok 7,34% ke level 8.320,55 pada penutupan perdagangan, Rabu (28/1/2026).
Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah dengan level terendah 8.187 dan tertinggi 8.596.
Baca Juga: Sentimen MSCI Menghantam IHSG, Indeks Terperosok Dalam
Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 60,85 miliar dengan nilai transaksi Rp 45,50 triliun.
IHSG tertekan penurunan 753 saham, dan hanya 37 saham yang menguat serta 16 saham yang stagnan.
Kapitalisasi pasar BEI pun turun menjadi Rp 15.121 triliun Rp 16.380 triliun pada saat penutupan bursa Selasa (27/1/2026).
Investor asing keluar dari bursa saham dengan net sell jumbo yakni Rp 6,17 triliun di seluruh pasar. Asing tercatat melepas saham-saham big caps perbankan.
Baca Juga: IHSG Fluktuatif, Pasar Waran Terstruktur Tetap Tumbuh Subur
Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Rabu:
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 4,15 triliun
2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 1,28 triliun
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,14 triliun
4. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 564,51 miliar
5. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 314,32 miliar
6. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 108,5 miliar
7. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) 94,44 miliar
8. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 93,63 miliar
9. PT Timah Tbk (TINS) Rp 69,28 miliar
10. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 42,21 miliar
Selanjutnya: Waran Terstruktur Masih Tumbuh Subur, Nilai Transaksi Naik Tiga Kali Lipat
Menarik Dibaca: Cuan YouTube 2026: 13 Cara Baru Raih Pendapatan Fantastis!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













