kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Arah IHSG menunggu hasil rapat Dewan Gubernur BI


Minggu, 12 Agustus 2018 / 19:30 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang sepekan ke depan, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selain efek lanjutan dari kepastian calon presiden dan wakli presiden yang akan berlaga di pemilu tahun 2019, pergerakan rupiah dan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 14-15 Agustus 2018 juga akan mempengaruhi arah IHSG.

Edwin Sebayang, Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) mengatakan,  selama nilai tukar rupiah terhadap dollar di kisaran Rp 14.500-an, maka IHSG masih akan bergerak  mendatar. Ia masih pesimistis pergerakan IHSG akan positif.  Edwin memperkirakan, IHSG akan bergerak dilevel support Rp 6.010 dan resistance Rp 6.010.

Sementara analis Trimegah Sekuritas Rovandi memperkirakan,  pekan depan IHSG akan koreksi. “Setelah euforia pengumuman capres dan cawapres, IHSG akan kembali dihadapkan fakta rupiah yang melemah, defisit neraca transaksi berjalan, perang tarif dan harga komoditi yang terkoreksi terutama harga minyak mentah,” tutur Rovandi.

Berbeda pandangan, analis Panin Sekuritas William Hartanto melihat,  pergerakan IHSG berpotensi menguat secara teknikal. Sebab IHSG  uptrend dengan resistance kuat  di harga  6.120. “Untuk sentimen RDG BI, kurs rupiah terhadap dollar, dan perang dagang memang jadi penentu IHSG pekan depan. Investor bisa  profit taking sebagian untuk antisipasi,” kata William  kepada KONTAN, Minggu (12/8).

William menambahkan, sampai akhir tahun, investor tidak perlu takut dengan kondisi politik ataupun keputusan Bank Indonesia dalam menetapkan suku bunga. “Masih aman marketnya. Pekan depan, setelah RDG BI, emiten yang bisa dilirik yaitu perbankan,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×