kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

APLN masih kantongi Rp 500 miliar dana obligasi


Kamis, 28 November 2013 / 09:28 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama PT. HK Metals Utama Tbk (HKMU) Muhamad Kuncoro di sela Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Treasury Tower, di Kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Senin (25/01/2021). Tribunnews/Jeprima


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) ternyata belum menghabiskan dana obligasi berkelanjutan tahap I yang diterbitkan perseroan pertengahan tahun ini. Perlu diketahui, obligasi senilai Rp 1,2 triliun itu memiliki kupon 9,25% per tahun dengan tenor 5 tahun.

Cesar M dela Cruz, Direktur Keuangan APLN bilang, sisa dana obligasi yang masih ada di perseroan ada sebesar Rp 500 miliar. "Sisanya digunakan untuk membayar sindikasi utang bank," ujarnya Rabu malam (27/11).

Cesar menjelaskan, sisa dana obligasi itu akan digunakan untuk membiayai proyek reklamasi pantai APLN di Jakarta. Dia berharap, izin pelaksanaan reklamasi pantai bisa keluar tahun depan. "Ya, semoga izin turun pada awal tahun depan," ujarnya.

Sayangnya Cesar enggan menjelaskan penggunaan detail dari penggunaan dana obligasi itu jika izin reklamasi pantai di Jakarta itu sudah keluar.

Perlu diketahui, APLN masih menyisakan penerbitan obligasi Rp 1,3 triliun. Izin penerbitan obligasi berkelanjutan APLN tersebut dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan sebesar Rp 2,5 triliun dengan batas waktu penerbitan hingga 2015.

Indra Wijaya, Wakil Direktur Utama APLN menyampaikan, sisa dana obligasi akan diterbitkan tahun depan. Pasalnya dana tersebut akan digunakan untuk digunakan belanja modal. "Dana belanja modal kami tahun depan sebesar Rp 4,5 triliun, sebagian akan ditopang dari hasil obligasi tahap II sebesar Rp 1,3 triliun," jelas Indra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×