kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

APLN bukukan pendapatan Rp 2,7 triliun di kuartal ketiga


Senin, 31 Oktober 2011 / 09:36 WIB
APLN bukukan pendapatan Rp 2,7 triliun di kuartal ketiga
ILUSTRASI. Para pekerja berpakaian kostum tradisional memakai masker untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) saat peragaan pertukaran Royal Guards di Istana Gyeongbok di pusat Seoul, Korea Selatan, Kamis (19/11/2020).


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 2,7 triliun di kuartal ketiga tahun ini, atau naik 86,3% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,4 triliun. Peningkatan pada penjualan dan pendapatan usaha di 2011 ini sebagian besar didorong dari pengakuan penjualan apartemen di proyek –proyek superblock APLN yaitu Podomoro City, Kuningan City dan Green Bay Pluit.

Sedangkan, kontribusi recurring income meningkat dari hanya 4,4% pada tahun lalu, menjadi 10,7% pada tahun ini, dengan adanya konsolidasi hasil pencapaian Emporium Pluit Mall.

Laba kotor APLN pun tercatat meningkat signifikan menjadi Rp 1,051 triliun, atau naik 135% dari tahun lalu. Sedangkan marjin laba kotor juga meningkat menjadi 39,4% dari 31,2% tahun lalu.

Selain itu APLN berhasil membukukan marketing sales mencapai Rp 3,3 triliun atau naik 93% dibandingkan tahun lalu Rp 1,7 triliun. Marketing sales selama periode ini utamanya dikontribusikan dari empat proyek superblock besar APLN, yaitu Green Bay Pluit, Podomoro City, Green Lake Sunter dan Kuningan City.

Direktur Utama dan CEO APLN Trihatma Kusuma Haliman menyebut, pencapaian ini melebihi dari yang diperkirakan. Pengakuan penjualan dan pendapatan usaha lebih tinggi disebabkan oleh penyelesaian proyek yang lebih cepat. "Kami juga telah berada di jalur yang tepat dalam meningkatkan recurring income dimana pendapatan sewa sekarang memberikan kontribusi hampir 11%. Kami yakin pencapaian kami yang kuat ini akan berlanjut sampai akhir tahun," ujarnya dalam keterangan persnya, Minggu (30/10).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×