kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Antisipasi bunga acuan dan krisis Mesir menyeret nilai rupiah


Senin, 31 Januari 2011 / 10:32 WIB


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Hari ini, mata uang rupiah mengalami penurunan tertajam dalam tiga pekan terakhir. Hingga pukul 10.23 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,35% dari Rp 9.031 per dollar AS ke posisi Rp 9.063 per dollar AS.

Bahkan, pada perdagangan pukul 08.13 WIB, pairing rupiah terhadap dollar AS sempat menyentuh level Rp 9.068 per dollar AS.

Pelemahan mata uang Garuda ini dipicu estimasi para ekonom yang memperkirakan bank sentral tidak akan merevisi tingkat biaya pinjaman pada pekan ini. Mayoritas analis yang disurvei Bloomberg memprediksi, Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan acuan di 6,5%. Hanya, sebagian kecil yang meramalkan kenaikan 0,25%.

Sementara, harga di tingkat konsumen per Januari diperkirakan akan berada di 6,85%, setelah bulan lalu naik ke 6,96%. Data inflasi ini bakal dirilis besok.

Selain itu, pelemahan rupiah juga terseret krisis politik di Mesir yang menuntut pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak.

Visnu Varathan, ekonom dari Capital Economics (Asia) Pte, di Singapura menyebut, sulit menghindari apa yang berlangsung di Mesir. "Saya tidak melihat investor mau mengambil risiko dalam situasi ini. Apalagi, ada juga kekhawatiran dari pengumuman kebijakan suku bunga di minggu ini," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×