kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Anggaran infrastruktur 2022 dipangkas, begini kata analis soal nasib BUMN Karya


Jumat, 04 Juni 2021 / 08:00 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 difokuskan untuk pemulihan ekonomi dan kesehatan. Dus, anggaran infrastruktur tahun depan dikurangi.

Penurunan anggaran infrastruktur ini tercermin pada penurunan alokasi anggaran untuk dua kementerian yang fokus pada infrastruktur yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan (Kemhub).

Adapun pagu anggaran PUPR menjadi Rp 100,46 triliun, padahal pagu tahun ini sebesar Rp 131,81 triliun. Sedangkan pagu anggaran Kemhub menjadi 32,93 triliun dari Rp 33,2 triliun.

Analis Sucor Sekuritas Joey Faustian menjelaskan pagu ini mengalami penurunan lantaran pandemi Covid-19 menyebabkan ruang fiskal mengalami tekanan alias menyempit. Penurunan pagu ini diprediksi juga bakal menjadi sentimen negatif bagi emiten konstruksi.

"Kami yakin pagu indikatif akan memberikan sentimen negatif ke sektor konstruksi. SWF tetap menjadi faktor X yang membantu pembiayaan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran pemerintah," jelas Joey, Kamis (3/6).

Baca Juga: Sudah naik 0,99%, IHSG diproyeksi masih melanjutkan penguatan di akhir pekan

 




TERBARU

[X]
×