kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.141   27,00   0,16%
  • IDX 7.493   34,24   0,46%
  • KOMPAS100 1.036   6,95   0,67%
  • LQ45 746   -0,65   -0,09%
  • ISSI 271   2,08   0,77%
  • IDX30 400   -0,73   -0,18%
  • IDXHIDIV20 486   -4,36   -0,89%
  • IDX80 116   0,49   0,43%
  • IDXV30 135   -0,15   -0,11%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Ancaman terhadap suplai mereda, harga minyak melorot


Selasa, 01 Maret 2011 / 07:15 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A logo of WhatsApp is pictured on a T-shirt worn by a WhatsApp-Reliance Jio representative during a drive by the two companies to educate users, on the outskirts of Kolkata, India, October 9, 2018. REUTERS/Rupak De Chowdhuri/File Photo


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Kontrak harga minyak mengalami penurunan terbesar dalam dua minggu terakhir. Melorotnya harga minyak terjadi setelah Arab Saudi menawarkan untuk menyuplai tambahan minyak setelah terjadinya konflik politik di Libya.

Kontrak harga minyak untuk pengantaran April turun 91 sen sehingga bertengger di posisi US$ 96,97 per barel di NYMEX. Ini merupakan penurunan harian terbesar sejak 11 Febuari lalu. Pada 24 Febuari, harga minyak sempat bertengger di posisi US$ 103,41 sebarel, yang merupakan harga harian tertinggi sejak 29 September 2008. Dengan demikian, sepanjang tahun ini, harga minyak sudah melesat 22%.

"Ancaman terhadap suplai minyak tidak terlihat berbahaya seperti halnya minggu lalu. Meskipun kondisi di Libya masih mencekam, harga minyak tidak akan menanjak karena adanya komitmen penambahan suplai dari negara lain," papar Tim Evans, energy analyst Citi Futures Perspective di New York.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×