kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ancaman tarif Trump ke Brazil dan Argentina tak bikin harga emas naik, ini sebabnya


Selasa, 03 Desember 2019 / 17:19 WIB
Ancaman tarif Trump ke Brazil dan Argentina tak bikin harga emas naik, ini sebabnya
ILUSTRASI. Emas batangan. REUTERS/Ilya Naymushin/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Selain itu, data yang dirilis Senin kemarin menunjukkan, spekulator juga memangkas posisi bullish mereka di emas Comex pada pekan yang berakhir 26 November.  

"Banyak orang yang berharap perang dagang AS-China akan mereda, ditambah lagi The Federal Reserve AS telah memberikan sinyal bahwa tidak akan ada pemangkasan suku bunga lanjutan kecuali ada pembalikan kondisi ekonomi, sehingga sentimen untuk emas akan bearish," jelas Trivedi.

The Fed sendiri sudah memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali di sepanjang tahun ini dan dijadwalkan akan menggelar pertemuan rutinan pada 10-11 Desember mendatang.

Pada Senin kemarin, Trump juga bilang dukungan AS kepada aksi unjuk rasa Hong Kong tidak membuat negosiasi perdagangan dengan China menjadi mudah. Namun, dia meyakini, Beijing masih menginginkan kesepakatan.

Baca Juga: Penjualan tabungan emas Pegadaian tembus 4,6 ton hingga Oktober 2019

Melansir Reuters, harga emas sudah melonjak 14% di sepanjang tahun ini, terutama disebabkan oleh perang dagang yang sudah berlangsung selama 17 bulan terakhir.

"Setelah dirilisnya data manufaktur China yang cukup kuat, permintaan market terhadap emas sedikit berkurang. Secara perlahan, harga emas akan bergerak ke arah penurunan," kata Vandana Bharti, assistant vice-president commodity research SMC Comtrade kepada Reuters.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×