kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Analis: Tren kenaikan yield picu lelang SUN sepi


Selasa, 24 Mei 2016 / 17:44 WIB


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tren kenaikan yield Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder mempengaruhi sepinya penawaran lelang Selasa (24/5). Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) mencatat INDOBeX Goverment Effective Yield naik 0,54% menjadi 7,86% pada perdagangan Selasa (24/5) dibandingkan Senin (23/5) yang di level 7,82%.

"Investor juga meminta yield yang cukup tinggi sehingga pemerintah memenangkan lelang di bawah target," ujar Analis Asanusa Asset Management Akuntino Madhany , Jakarta, Selasa (24/5).

Dalam lelang ini, investor mencatat total penawaran lelang Rp 14,68 triliun. Dimana, seri FR0056 mengalami penawaran paling tinggi sebesar Rp 6,33 triliun dengan yield tertinggi 8,1% dan yield terendah yang masuk 7,9%. Pemerintah kemudian menyerap lelang sebesar Rp 9,9 triliun atau di bawah target yang sebesar Rp 12 triliun hingga Rp 18 triliun.

Akuntino mengatakan perkembangan global seperti rencana kenaikan Fed rate pada Juni atau Juli 2016 juga menyebabkan investor tak agresif dalam lelang. Kondisi global tersebut diprediksi akan berimbas terhadap berlanjutnya tren kenaikan yield di pasar sekunder.

"Kenaikan belum dapat diprediksi apakah akan terbatas atau masih akan tinggi, tergantung perkembangan global," ujar Akuntino.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×