kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Analis: Saham-saham grup Indofood punya prospek tahun 2020


Senin, 09 Desember 2019 / 22:44 WIB
Analis: Saham-saham grup Indofood punya prospek tahun 2020
ILUSTRASI. Analis Analis mengatakan saham-saham grup Indofood punya prospek tahun 2020

Reporter: Kenia Intan | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan penguatan 7,72% year to date (ytd) per Senin (9/12). Ke depan, saham INDF dan saham-saham entitas anaknya memiliki  dinilai masih memiliki prospek. 

"Prospek secara makro masih menarik, di-support dengan daya beli masyarakat yang cenderung stabil di 2020," kata Analis BNI Sekuritas William Siregar ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (9/12). 

Baca Juga: Kecuali LSIP, analis sarankan buy saham grup Indofood

Lebih lanjut ia menjelaskan, daya beli masyarakat cenderung stabil karena tarif kenaikan UMR sebesar 8%. Ia berekpektasi daya beli masih terjaga dan inflasi juga akan terjaga di level 3%.

Secara teoritis hal di atas akan menopang sektor konsumer di 2020. Termasuk, saham INDF maupun anak usahanya seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, (ROTI),  PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia (LSIP), dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).

"Kita outperform sama saham ICBP dan INDF di 2020 karena kekuatan mereknya mampu meredam tingkat kompetitif yang kian hari semakin ketat melalui diversifikasi produk baru dibandingkan emiten lainnya," jelasnya lagi. Selain itu, potensi kenaikan harga CPO juga akan menjadikan katalis positif bagi pertumbuhan bisnis INDF. 

Baca Juga: Indeks barang konsumer lesu, begini tanggapan analis

Asal tahu saja, secara year to date (ytd) beberapa saham grup Indofood mengalami pertumbuhan. Per Senin (9/12), LSIP mencatatkan kenaikan 16% ytd, tertinggi di antara yang lain. setelahnya, ICBP dengan pertumbuhan 8,85% ytd.

Disusul dengan ROTI dan INDF yang masing-masing 8,33% ytd dan 7,72% ytd. Sementara itu, dua saham lainnya IMAS dan SIMP masih mencatatkan koreksi 53,94% ytd dan 14,78% ytd. 




TERBARU

Close [X]
×