kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.509   132,00   0,81%
  • IDX 7.771   -180,81   -2,27%
  • KOMPAS100 1.082   -24,22   -2,19%
  • LQ45 794   -17,88   -2,20%
  • ISSI 263   -5,59   -2,08%
  • IDX30 412   -9,22   -2,19%
  • IDXHIDIV20 479   -9,02   -1,85%
  • IDX80 119   -3,01   -2,46%
  • IDXV30 129   -3,65   -2,76%
  • IDXQ30 133   -2,74   -2,01%

Analis: Saham calon emiten laris manis karena prospek jangka panjang


Jumat, 13 September 2019 / 19:33 WIB
Analis: Saham calon emiten laris manis karena prospek jangka panjang
ILUSTRASI. Suasana IPO PT Telefast Indonesia (TFAS)


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Herlina Kartika Dewi

Menurut Frederick, nantinya saham properti akan kena sentimen positif tidak hanya dari tren penurunan suku bunga saja. Sebab menurut dia, suku bunga bukan menjadi pemacu industri properti. Sudah terbukti beberapa tahun Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan, penjualan residensial masih lesu.

Sentimen lain yang bisa membuat sektor ini bergairah karena peningkatan pendapatan (disposable income) masyarakat. Frederick bilang hal ini akan lebih menentukan keputusan membeli properti residensial baik itu rumah tapak maupun hunian vertikal seperti apartemen.

Baca Juga: Tawarkan saham perdana, oversubscribed Bhakti Agung Propertindo capai 9,7 kali

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menambahkan investor mungkin membeli saham-saham ini karena harga penawarannya yang menarik. Telefast mematok harga penawaran di Rp 180 per saham sedangkan Bhakti Agung Rp 157 per saham.

Namun dari dua calon emiten ini Herditya lebih mencermati saham Telefast Indonesia (TFAS) anak usaha PT M Cash Intergasi Tbk (MCAS) yang sebelumnya sudah melantai di bursa.  

“Perusahaan digital seperti TFAS ini bergerak di bidang aplikasi SDM yang prospek ke depannya menarik karena sejalan dengan kebutuhan dunia yang mengedepankan penyederhanaan sistem dan otomatisasi,” jelasnya.

Menurut Herditya penggunaan dana hasil IPO Telefast juga 80% untuk kebutuhan modal kerjanya yakni meningkatkan software dan hardware aplikasi yang dimiliki Telefast yakni HR-ku dan Bilik Kerja.

Menurut Herditya saham digital bisa jadi menarik karena sejalan dengan kebutuhan, tapi jangan lupa investor juga harus memperhatikan kinerja perusahaannya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×