kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Analis: Rupiah menanti data manufaktur AS


Senin, 03 Oktober 2016 / 19:13 WIB


Reporter: Petrus Sian Edvansa | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rully Arya Wisnubroto, analis pasar uang Bank Mandiri menyebutkan, pergerakan rupiah yang tidak terlalu signifikan memang sesuai dengan ekspektasi publik. Meskipun demikian, rupiah masih dikelilingi oleh sentimen positif. 

"Pemasukan negara lewat tax amnesty yang cukup besar adalah hal yang menguntungkan, kepercayaan pasar pasar naik akibat tax amnesty ini,” katanya Senin (3/10).

Selain program pengampunan pajak, Rully juga optimistis bahwa arus modal asing juga masih cukup tinggi dan berpotensi menguatkan rupiah kembali.

Rully beranggapan, pasar masih menanti rilis data indeks manufaktur Amerika Serikat (AS) September pada pekan ini.  Sejumlah prediksi menyebutkan dunia industri AS tumbuh, setelah data bulan sebelumnya yang menunjukkan pada Agustus justru dunia industri di AS mengalami penyusutan yang cukup besar.

"Kita harus lihat data ini, apabila sesuai dengan prediksi yang mengatakan industri AS akan tumbuh, maka bisa saja rupiah sedikit terkoreksi," Kata Rully.

Hari ini, rupiah terlihat menguat sebanyak 59 poin ke level Rp 12.983 per dollar AS, setelah pada Jumat (30/9) pekan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 13.042 per dollar AS atau membaik sekitar 0,45%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×