kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.198   148,00   0,82%
  • IDX 5.350   -244,56   -4,37%
  • KOMPAS100 703   -33,03   -4,49%
  • LQ45 533   -24,91   -4,47%
  • ISSI 185   -9,29   -4,77%
  • IDX30 301   -14,78   -4,68%
  • IDXHIDIV20 374   -17,94   -4,58%
  • IDX80 80   -3,66   -4,37%
  • IDXV30 104   -2,99   -2,80%
  • IDXQ30 97   -5,44   -5,32%

Analis: Rupiah masih akan menguat


Senin, 07 Maret 2016 / 18:28 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rupiah sudah mencatat kenaikan selama tujuh hari berturut - turut. Selanjutnya, mata uang rupiah diprediksi masih punya tenaga untuk mencatat kenaikan di hari kedelapan.

Di pasar spot, Senin (7/3) nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat 0,36% ke level Rp 13.085 dibanding sehari sebelumnya. Rupiah terus menguat sejak 26 Februari lalu.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, data ekonomi Amerika Serikat (AS) pekan lalu cukup beragam. Data tenaga kerja mengalami kenaikan, namun tingkat pertumbuhan gaji menurun. Hal tersebut memberi tekanan pada pergerakan dollar AS sehingga mengangkat rupiah.

Sementara dari dalam negeri, BI merilis data cadangan devisa bulan Februari yang naik US$ 2,4 menjadi US$ 104,5 miliar sehingga positif untuk rupiah.

Kenaikan cadangan devisa sejalan dengan banyaknya arus modal asing yang masuk ke dalam negeri. "Kenaikan harga minyak hingga mencapai US$ 36 per barel juga mendukung rupiah," papar Josua.

Josua menduga rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan di hari kedelapan. Pekan ini Bank Sentral Eropa (ECB) akan menyelenggarakan pertemuan.

Analis memprediksi ECB akan kembali melonggarkan kebijakan dengan memangkas suku bunga ke level negatif. Ini menjadi keuntungan bagi aset yang menawarkan yield lebih besar, salah satunya Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×