kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS913.000 0,55%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN -0.19%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.21%

Analis Rifan rekomendasikan Buy untuk pairing USD/JPY


Jumat, 15 Maret 2019 / 23:57 WIB
Analis Rifan rekomendasikan Buy untuk pairing USD/JPY

Berita Terkait

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku pasar tengah fokus pada rilis data ekonomi bulanan terbaru Amerika Serikat (AS). Sehingga membuat pergerakan dollar AS terhadap yen fluktuatif.

Mengutip Bloomberg pada Jumat (15/3) pukul 21.30 WIB pasangan mata uang USD/JPY terkoreksi 0,20% di level 111,48. Pertama rilis data Empire State Manufacturing Index AS yang berada di level 3,7, di bawah ekspektasi pasar sebesar 10,1, dan pencapaian sebelumnya di level 8,8.


Kedua rilis data Capacity Utilixation Rate AS yang mencapai 78,2%, di bawah ekspektasi 78,5% dan pencapaian bulan sebelumnya 78,3%. Ketiga rilis data Industrial Production AS yang berada di level 0,1, di bawah perkiraan sebelumnya dan pencapaian bulan lalu di level 0,4 dan negatif 0,4%.

Analis PT Rifan Financindo Berjangka Puja Purbaya Sakti menilai, bahwa pergerakan USD/JPY pada pembukaan perdagangan berada di zona hijau sampai dengan sisi sore karena merebak rumor Bank of Jepang (BoJ) akan memangkas proyeksi ekonominya tahun ini.

Selain itu, menguatnya dollar AS juga terdongkrak oleh naiknya yield obligasi AS dan melemahnya poundsterling oleh penundaan Brexit.

Nah, tak kalah penting BoJ dalam waktu dekat akan mengumumkan keputusan tingkat suku bunga. Di mana suku bunga diperkirakan akan tetap di level negatif 0,1.

“Secara umum, jika BoJ hawkish tentang prospek inflasi ekonomi dan suku bunga dinaikkan, maka JPY akan cenderung terapresiasi,” kata Sakti dalam risetnya, Jumat (15/3). Sebaliknya jika dovish akan berdampak buruk bagi yen.

Kemarin pasangan mata uang ini menguat oleh merebaknya rumor pemerintah Jepang akan memangkas outlook ekonominya di tahun ini karena jatuhnya ekspor dan penurunan permintaan dari China.

Sehingga hal itu cenderung menekan yen di tengah lesunya permintaan akan aset safe haven. Inflasi Jepang jatuh menjadi hanya 0,2% year on year (yoy) untuk bukan Januari. Sedangkan ekspor merosot drastis di level 8,4%

Rilis data AS memang pada dasarnya hari ini negatif. Tetapi dampaknya hanya sementara. Maka Sakti melihat secara teknikal USD/JPY bisa bullish terbatas. Ia merekomendasikan beli jika kurs terapresiasi di atas 111,88 dan jual bila kurs terdepresiasi di bawah 111,42.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×