kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Analis rekomendasikan beli saham ASSA yang kinerjanya tersokong Anteraja


Kamis, 12 Agustus 2021 / 20:39 WIB
Analis rekomendasikan beli saham ASSA yang kinerjanya tersokong Anteraja
ILUSTRASI. Jasa pengiriman Anteraja dari grup ASSA


Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

Meski, bisnis logistik diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ASSA, Nashrullah juga memproyeksikan bisnis ASSA yang lain tetap tumbuh positif. Di segmen rental mobil korporasi, Nashrullah menilai ASSA merupakan salah satu market leader dari pasar rental mobil korporasi.

Faktor yang menjadi nilai lebih bagi ASSA adalah, segmen rental mobil korporasi memiliki profit margin yang stabil dan bisa mendatangkan keuntungan. Namun, memang tantangan bisnis tersebut saat ini, kembali lagi adalah pandemi Covid-19 dan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang. Dampaknya, mobilitas kegiatan korporasi pun jadi terbatas.

Meski begitu, ASSA memiliki strategi bisnis lain sebagai upaya menghadapi tantangan di segmen rental mobil korporasi. Nashrullah mengatakan ASSA meluncurkan layanan baru rental mobil berbasis aplikasi bernama Sharecar yang dapat menjadi solusi atas tantangan yang menghadang ASSA saat ini. "Potensi Sharecar ke depan sangat bagus," kata Nashrullah.

Secara keseluruhan, Nashrullah memproyeksikan pendapatan ASSA di tahun ini bisa mencapai Rp 3,9 triliun. Sedangkan, pos laba bersih berpotensi tumbuh ke Rp 144 triliun. Nashrullah juga memproyeksikan bisnis Anteraja akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 80 miliar di level EBIT.

Nashrullah masih merekomendasikan beli ASSA dan memasang target harga Rp 3.000 per saham. Sementara, Willinoy Sitorus Analis Trimegah Sekuritas juga merekomendasikan beli dengan target harga Rp 3.300 per saham.

Sedangkan, Willy Suwanto Analis CGS-CIMB merekomendasikan add dan memasang target harga Rp 2.800 per saham.

Selanjutnya: Siap IPO, intip besaran emisi dan penggunaan dana dari 5 calon emiten baru ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×