kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.406.000   2.000   0,14%
  • USD/IDR 16.220
  • IDX 7.263   -51,10   -0,70%
  • KOMPAS100 1.137   -9,19   -0,80%
  • LQ45 917   -6,09   -0,66%
  • ISSI 218   -0,94   -0,43%
  • IDX30 457   -4,01   -0,87%
  • IDXHIDIV20 548   -5,07   -0,92%
  • IDX80 128   -0,80   -0,62%
  • IDXV30 130   -0,58   -0,45%
  • IDXQ30 154   -1,51   -0,97%

Analis: Peringkat diturunkan, wait and see saham Tiga Pilar


Kamis, 08 Februari 2018 / 17:52 WIB
Analis: Peringkat diturunkan, wait and see saham Tiga Pilar
ILUSTRASI. Produk PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) atau TPS Food


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pefindo menurunkan peringkat korporasi PT Tiga Pilar Sejahtera food Tbk (AISA) menjadi CCC dari sebelumnya BB+. Lembaga pemeringkat ini menilai, likuiditas AISA lemah dan tidak memiliki kapasitas untuk melunasi kewajiban keuangannya.

Analis PT Equator Swarna Sekuritas David Sutyanto mengatakan, hal tersebut terkait dengan adanya kasus hukum AISA di bisnis beras dan rencana divestasi.

Meskipun saat ini, saham AISA sudah mencatatkan penurunan yang cukup dalam, David menilai, penurunan peringkat tersebut akan mempengaruhi saham AISA. "Tentu akan ada efek negatifnya," kata David, Kamis (8/2).

Menurutnya, bisnis beras cukup menopang pendapatan AISA selama ini. Meski memiliki pendapatan lain yang cukup berperan bagi bisnis perseroan, seperti bisnis makanan kecil, tak bisa dipungkiri bahwa bisnis beras punya andil cukup besar bagi AISA.

Merujuk pada laporan keuangan AISA tahun 2016, bisnis beras berkontribusi sebesar Rp 4,11 triliun dari total penjualan sebesar Rp 6,55 triliun. Hal ini mencerminkan kontribusi bisnis beras mencapai 62,75% dari total penjualan tahun 2016.

Lanjut David, pukulan yang berat bagi AISA, sebab perusahaan sudah mengeluarkan pendanaan yang cukup besar untuk bisnis beras tersebut. Saat bisnis beras sudah tak bisa diharapkan lagi, bisa dibilang, AISA sudah kehilangan sebagian besar sumber pendapatannya.

David menyarankan investor untuk wait and see saham AISA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[ntensive Boothcamp] Business Intelligent with Ms Excel Pre-IPO : Explained

[X]
×