Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.105
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Analis: Perang dagang AS-China jadi pemberat laju harga minyak

Kamis, 09 Mei 2019 / 18:19 WIB

Analis: Perang dagang AS-China jadi pemberat laju harga minyak
ILUSTRASI. Harga minyak

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak terkoreksi pada perdagangan hari ini. Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi menilai eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-China yang dikhawatirkan kembali terjadi tampaknya menjadi sentimen penggerak harga minyak.

Rabu (9/5) pukul 16.41 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2019 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 61,99 per barel, turun 0,2% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 62,12 per barel.


Meski semalam Energy Information Administration (EIA) melaporkan pengurangan persediaan minyak mentah AS yang signifikan, namun hal ini sepertinya tidak membuat harga minyak bergerak menguat dan cenderung melemah.

Semalam, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan tetap menaikkan tarif impor China sebesar 25% karena Trump menilai China masih melanggar kesepakatan yang merugikan AS. 
Kekhawatiran terus meningkat setelah Trump juga mengatakan bahwa dia tidak masalah jika perang dagang ini terus berlanjut karena dirinya melakukan itu untuk melindungi perekonomian AS.

“Perang dagang turut menjadi katalis penggerak harga minyak karena ini menimbulkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang berdampak pada berkurangnya permintaan terhadap minyak mentah,” kata Dini dalam analisisnya, Kamis (9/5).

Menurutnya potensi pelemahan harga minyak selanjutnya jika mampu tembus US$ 61,10 per barel, maka harga berpeluang besar lanjut melemah mengincar area US$ 60,60 per barel di mana resistance terdekat di US$ 62,10 per barel. “Selama bergerak di bawah level tersebut, harga minyak berpotensi melemah,” tutur Dini.

Untuk perdagangan selanjutnya Dini memprediksi harga minyak bakal berada di level support antara US$ 61,10, US$ 60,60, dan US$ 60,00 per barel. Sementara level resistance antara US$ 62,10, US$ 62,40, dan US$ 62,80 per barel.


Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0480 || diagnostic_web = 0.2879

Close [X]
×