kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Analis Panin rekomendasikan beli saham ANTM dan INCO, setelah ada kabar dari Luhut


Jumat, 05 Februari 2021 / 07:25 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesepakatan Non-Disclosure Agreement (NDA) antara Pemerintah Indonesia dengan tim dari perusahaan otomotif listrik terbesar di Amerika Serikat (AS) Tesla telah ditandatangani.

Kabar baik ini diumumkan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (4/2). Namun mengenai isi detail perjanjian tersebut masih belum dibeberkan oleh pemerintah.

Analis Panin Sekuritas Juan Oktavianus mengatakan, kabar ini menjadi sentimen positif bagi emiten nikel, namun tetap perlu diikuti perkembangannya mengenai besaran investasi serta skema berinvestasi di dalam negeri supaya mendapatkan gambaran prospek ke depan seperti apa.

Sentimen positif ini juga sudah terlihat di pergerakan saham emiten nikel seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 3% ke level Rp 2.400. ANTM mendapatkan sentimen positif dari NDA ini lantaran sudah tergabung dengan konsorsium BUMN yang mengerjakan dari hulu.

Baca Juga: Simak realisasi produksi nikel Aneka Tambang (ANTM) dan Vale Indonesia (INCO) di 2020

"Untuk NDA ini akan menjadi sentimen positif untuk emiten nikel khususnya ANTM namun kita lihat market sudah priced in dengan sentimen ini dikarenakan sebelumnya sudah diberitakan Tesla bergabung terkait dengan industri baterai mobil listrik," jelas Juan, Kamis (4/2).

Kendati sudah priced in, Juan melihat emiten nikel masih cukup positif seiring dengan potensi meningkatnya permintaan dari industri baja dari pemulihan aktivitas manufaktur serta potensi permintaan ke depan dari baterai mobil listrik.

Dus Juan merekomendasikan beli ANTM dengan target harga Rp 3.700 dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga Rp 8.900.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×