kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Analis Nilai Target Ambisius Impack Pratama (IMPC) 2026 Realistis, Ini Rekomendasinya


Kamis, 05 Februari 2026 / 05:00 WIB
Analis Nilai Target Ambisius Impack Pratama (IMPC) 2026 Realistis, Ini Rekomendasinya
ILUSTRASI. Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) (DOK/IMPC) Impack Pratama Industri (IMPC) menatap 2026 dengan target kinerja yang agresif, yakni pendapatan Rp5,1 triliun.


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menatap 2026 dengan target kinerja yang agresif, yakni pendapatan Rp5,1 triliun dan laba bersih di atas Rp700 miliar. Sejumlah analis menilai target tersebut ambisius, namun masih berada dalam batas realistis seiring ekspansi kapasitas produksi dan pertumbuhan ekspor.

Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer mengatakan, pencapaian target IMPC sangat bergantung pada keberlanjutan permintaan sektor konstruksi dan renovasi domestik, serta kontribusi ekspor yang terus meningkat.

“Kami menilai target IMPC pada 2026 relatif ambisius namun masih realistis, dengan catatan permintaan konstruksi dan renovasi domestik tetap tinggi serta ekspor, khususnya produk Alderon, terus tumbuh,” ujar Miftah kepada Kontan, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Draft Aturan Baru BEI: Syarat IPO Diperketat, Biaya dan Free Float Disesuaikan

Ia menambahkan, aksi buyback saham hingga Rp500 miliar yang baru diumumkan manajemen menjadi sinyal positif ke pasar. Langkah ini dinilai mampu menopang harga saham di tengah volatilitas global sekaligus mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis perseroan.

“Aksi buyback cukup positif sebagai sinyal confidence manajemen sekaligus berpotensi menjaga stabilitas harga saham di tengah tekanan eksternal,” imbuhnya.

Dari sisi pertumbuhan, ekspor kini menyumbang sekitar 33% dari total pendapatan IMPC, terutama melalui produk atap Alderon. Miftahul menilai pasar Asia dan emerging markets masih menawarkan ruang ekspansi yang besar, meskipun tetap perlu diantisipasi risiko nilai tukar dan perlambatan ekonomi global.

Senada, Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai kunci utama pertumbuhan IMPC ke depan terletak pada beroperasinya pabrik baru di Batang, Jawa Tengah. Fasilitas tersebut dinilai mampu menghilangkan hambatan kapasitas produksi sekaligus meningkatkan efisiensi biaya.

“Target manajemen optimistis tapi masih realistis. Kuncinya ada di pabrik Batang yang akan menaikkan kapasitas sekaligus efisiensi produksi,” kata Wafi.

Menurutnya, porsi ekspor yang besar juga menjadi natural hedging di tengah tren pelemahan rupiah, sekaligus mengurangi ketergantungan IMPC terhadap siklus properti domestik.

“Ekspor bukan cuma mesin pertumbuhan, tapi juga diversifikasi risiko,” tambahnya.

Dari sisi valuasi, Wafi menilai kombinasi ekspansi kapasitas, pertumbuhan laba, serta aksi buyback berpotensi mendorong re rating saham IMPC.

“Kalau target laba bisa tercapai secara konsisten, pasar bisa mulai melihat IMPC sebagai emiten quality growth yang layak dihargai premium,” ujarnya.

Sementara itu, Miftah melihat peluang re rating tetap terbuka, meskipun investor saat ini cenderung masih wait and see sembari menunggu realisasi kinerja yang berkelanjutan.

Dari sisi korporasi, IMPC resmi mengumumkan rencana pembelian kembali saham senilai maksimal Rp500 miliar dalam periode 3 Februari hingga 2 Mei 2026. Buyback dilakukan tanpa persetujuan RUPS sesuai POJK 13 tahun 2023, dengan estimasi jumlah saham yang dibeli kembali sekitar 166,13 juta lembar atau setara 0,30% dari modal disetor.

Manajemen menyatakan pendanaan buyback berasal dari dana internal dan tidak berdampak material terhadap operasional. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, aksi ini diperkirakan meningkatkan laba per saham dari 8,58 menjadi 8,60.

Untuk prospek jangka menengah, Wafi memperkirakan pendapatan IMPC berpotensi tumbuh double digit di kisaran 15% hingga 20% per tahun seiring ekspansi kapasitas dan penguatan ekspor.

Ia merekomendasikan saham IMPC dengan level beli di sekitar Rp2.400 per saham.

Baca Juga: CUAN Gelar Buyback Saham Hingga Rp 750 Miliar, Ini Tujuan dan Periode Pelaksanaannya

Selanjutnya: Pakar Ungkap Kelemahan Registrasi SIM Biometrik yang Jarang Disadari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×