kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,22   12,92   1.59%
  • EMAS1.026.000 -2,84%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Analis Kresna Sekuritas rekomendasikan beli saham TLKM


Rabu, 08 Juli 2020 / 22:02 WIB
Analis Kresna Sekuritas rekomendasikan beli saham TLKM
ILUSTRASI. The logo of Indonesia's largest telecommunications services company PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) is seen at Plasa Telkom building in Jakarta, April 30, 2018. REUTERS/Beawiharta

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Per Selasa (7/7), Telkom Group (TLKM) akhirnya membuka akses platform video on demand (VOD) Netflix setelah hampir empat tahun diblokir.

Pembukaan akses Netflix ini merupakan apresiasi emiten pelat merah tersebut yang dilakukan dengan komitmen Netflix untuk mengikuti sejumlah penyesuaian untuk pasar Indonesia.

Analis Kresna Sekuritas Etta Rusdiana Putra menilai, keputusan ini bakal menguntungkan kedua belah pihak, baik TLKM maupun Netflix.

Sebab, TLKM adalah operator telekomunikasi terbesar di Indonesia sementara Netflix adalah perusahaan streaming terbesar yang beroperasi di Indonesia dan dilaporkan bertanggung jawab atas lebih dari sepertiga lalu lintas internet di Amerika Serikat.

Baca Juga: Usai buka akses Netflix, ini rencana Telkom (TLKM) selanjutnya

Namun, Etta menilai hal ini akan menghasilkan manfaat yang lebih besar untuk TLKM. Sebab, TLKM  dapat memperoleh pendapatan dari bisnis Enterprise (yaitu colocation server), dan penghematan biaya dari bandwidth.

Sementara itu, pengguna akan merasa tergugah untuk berlangganan ke layanan fixed broadband TLKM, yakni IndiHome. Hal ini karena Indihome memiliki fitur download (unduh) yang lebih murah dibandingkan dengan streaming langsung

Etta juga menilai, pembukaan akses ini dapat menjadi peluang TLKM untuk mengembangkan produk baru termasuk paket keluarga.

“Kemitraan baru ini akan membuka peluang untuk menjual paket bundling baru, yang bisa lebih murah daripada membelinya secara terpisah,” tulis Etta dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Rabu (8/7).

Etta mencontohkan, operator seluler asal Negeri Jiran yakni Maxis telah mengadopsi paket keluarga dengan menawarkan fiber optik tanpa batas (mulai dari MYR 89 per bulan dengan kecepatan 30 Mbps), layanan seluler, dan perangkat gratis. Etta menilai, cepat atau lambat hal ini dapat diterapkan di Indonesia, terutama pasca konsolidasi jaringan.

Baca Juga: Netflix dan lima penyedia layanan digital asing jadi pemungut pajak

Dengan menimbang keuntungan yang diperoleh TLKM dari adanya kerjasama ini, Etta mempertahankan rekomendasi beli untuk TLKM.

“Kami mempertahankan target EV/EBITDA kami menjadi 6,3x (+0,5 stdev), yang mencerminkan nilai wajar Rp4,950. Rekomendasi beli dengan 52,3% upside,” pungkasnya.

Namun, ada pula beberapa risiko utama yang membayangi saham TLKM, mulai dari persaingan ketat dan perang harga, pertumbuhan pendapatan yang lebih lambat, dan daya beli konsumen yang menurun. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×