kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Analis: Kinerja TOWR akan ditopang penyewaan menara dan segmen fiber optic


Rabu, 22 Januari 2020 / 17:28 WIB
Analis: Kinerja TOWR akan ditopang penyewaan menara dan segmen fiber optic
ILUSTRASI. Perusahaan menara dan infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Reporter: Muhammad Kusuma | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Sarana Menara Nusantara Tbk akan membaik tahun ini. Pasalnya perusahaan penunjang telekomunikasi ini berencana mengakuisisi menara telekomunikasi milik PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebanyak 2500 hingga 3000 unit.

Sebelumnya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), anak perusahaan emiten berkode saham TOWR telah terlebih dahulu menambah jumlah menara telekomunikasi. Protelindo membeli 1.000 unit Menara telekomunikasi milik PT Indosat Tbk (ISAT) di bulan November dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,95 triliun.

Baca Juga: PP Presisi (PPRE) raih kontrak Rp 5,9 triliun sepanjang 2019

Sektor penyewaan menara menjadi sektor penyumbang pendapatan terbesar. Hingga kuartal ketiga tahun 2019, sektor sewa menara telekomunikasi menghasilkan Rp 4,11 triliun atau 89,96% dari keseluruhan pendapatan. Jumlah tersebut meningkat 3,47% yoy.

Analis JP Morgan Sekuritas Ranjan Sharma mengatakan dalam risetnya, (10/12/2019) kinerja pendapatan TOWR akan meningkat seiring dengan perkiraan jumlah menara yang akan dimiliki tahun ini. Pada 2020-2021 jumlah menara TOWR diprediksi meningkat sebesar 2,7% dan 0,8%.

Sedangkan untuk tenancy ratio, Ranjan memproyeksikan kenaikan moderat pada 2020 dan 2021 yaitu secara berturut-turut 1,71x dan 1,72x. angka tersebut masih di atas emiten penyewaan menara independen yang rata-rata rasionya 1,6x-1,7x.

Di sisi lain, analis Deutsche Bank Raymond Kosasih dalam risetnya (3/12/2019) turut menuliskan akuisisi menara telekomunikasi oleh TOWR secara garis besar menggunakan kas internal. Sedangkan, sekitar Rp 550 miliar akan diperoleh melalui hutang.

Baca Juga: Blue Bird (BIRD) percepat pemulihan tiga pool yang terkena banjir

Namun, hutang tersebut akan segera tertutup oleh pembiayaan sewa menara. Menurutnya, akuisisi terhadap menara akan menambah cash flow pada keuntungan sebesar Rp 177 miliar sehingga hutang akan tertutup dalam kurun waktu lima tahun.

Penambahan menara yang merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan juga akan mendorong segmen fiber optik. Analis PT Henan Putihrai Sekuritas Muhammad As’ad Abdul Mufti mengatakan, jaringan fiber optik akan menjadi segmen yang diandalkan oleh perusahaan.

“Hingga bulan November tahun lalu, TOWR sudah membangun jaringan fiber optik sepanjang 17.500 Km,” terangnya pada kontan.co.id Rabu (22/1).




TERBARU

Close [X]
×