kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.980   67,00   0,37%
  • IDX 5.708   65,14   1,15%
  • KOMPAS100 738   10,22   1,40%
  • LQ45 559   6,39   1,16%
  • ISSI 199   2,20   1,12%
  • IDX30 317   2,92   0,93%
  • IDXHIDIV20 390   1,06   0,27%
  • IDX80 84   1,05   1,26%
  • IDXV30 107   -0,02   -0,02%
  • IDXQ30 102   0,58   0,57%

Analis: Ikuti profit taking saham Indika Energy


Selasa, 28 November 2017 / 20:31 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sentimen rencana bisnis tahun depan tak mampu menahan penurunan harga saham PT Indika Energy Tbk (INDY). Hingga penutupan perdagangan sore tadi, saham INDY turun 90 poin atau setara 3,15% ke level Rp 2.770 per saham.

Analis Erdhika Elit Sekuritas Okky Jonathan mengatakan, penurunan ini lantaran INDY terkena sentimen kembali turunnya harga komoditas batubara ke kisaran level US$ 92,67 per ton. Dari China yang merupakan importir batubara terbesar juga muncul sentimen pengurangan impor lantaran memiliki stok batubara yang besar.

Okky memprediksi, sentimen ini akan bertahan antara satu hingga satu setengah bulan ke depan. "Hati-hati untuk saham emiten batubara, harus benar-benar mencermati harga komoditas," ujar Okky kepada Kontan.co.id, Selasa (28/11).

Dia merekomendasikan untuk melakukan profit taking atas saham INDY. Sebab, secara teknikal saham INDY juga telah menembus indikator lower fractal. "Profit taking dengan target koreksi Rp 2.620 per saham," pungkas Okky.

Seperti diketahui, INDY tahun depan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 90 juta, naik 2% dibanding anggaran tahun ini, US$ 88 juta. Capex ini sebagian besar akan digunakan untuk penggantian alat berat anak usahanya, PT Petrosea Tbk (PTRO).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×