kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Analis: IHSG tergelincir akibat aksi ambil untung


Senin, 19 Desember 2016 / 17:41 WIB


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

JKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Senin, ditutup turun didorong investor asing yang melanjutkan aksi lepas saham.

IHSG ditutup melemah 39,74 poin atau 0,76 % menjadi 5.191,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 8,61 poin (0,98 %) menjadi 865,06.

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG kembali bergerak melemah menyusul aksi lepas oleh investor asing yang masih terus berlanjut. "Mayoritas sektor tertekan dengan rata-rata di atas 0,5 %," katanya.

Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan jual bersih atau foreign net sell" sebesar Rp422,349 miliar pada awal pekan ini.

Ia menambahkan bahwa pelemahan IHSG itu seiring dengan mayoritas bursa di kawasan Asia menyusul munculnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China.

Di sisi lain, lanjut dia, di tengah minimnya sentimen positif di pasar saham juga turut mendorong investor beralih ke aset beresiko rendah, salah satunya pada logam mulia.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan saham di pasar reguler BEI mencapai 254.910 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 10,336 miliar lembar saham senilai Rp5,696 triliun.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 188,07 poin (0,85 %) ke level 21.832,68, indeks Nikkei turun 9,55 poin (0,05 %) ke level 19.391,60, dan Straits Times melemah 24,78 poin (0,84 %) posisi 2.913,08.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×