kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Analis: Harga minyak tak akan bertahan lama di atas level US$ 130 sebarel


Selasa, 24 Mei 2011 / 16:04 WIB
Analis: Harga minyak tak akan bertahan lama di atas level US$ 130 sebarel
ILUSTRASI. Terbuka untuk lulusan baru, Lowongan kerja 2020 di Kantor Susi Pudjiastuti


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

LONDON. Consultant Petromatrix GmbH berpendapat, harga minyak dunia tidak akan lama berada di atas level US$ 130 per barel. Pasalnya, tingginya harga minyak akan mengurangi tingkat permintaan.

Pernyataan tersebut diungkapkan menanggapi prediksi Morgan Stanley dan Goldman Sachs Group Inc yang memprediksi harga minyak akan menanjak ke posisi US$ 130 sebarel tahun depan.

"Apa yang kita ketahui dari kejadian di tahun 2008 dan awal 2011 adalah, pada level US$ 130, ada penurunan permintaan minyak secara besar-besaran," jelas Olivier Jakob, managing director Petromatrix.

Sekadar informasi, kontrak harga minyak jenis Brent di London diperdagangkan di posisi US$ 111 per barel. Pada 11 April lalu, harga minyak sudah menanjak di level tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir di atas level US$ 127 per barel.

Pada Juli 2008, harga minyak jenis Brent naik ke level tertinggi sepanjang sejarah di posisi US$ 147,50 per barel. Namun, hanya dalam kurun waktu dua bulan, harga minyak tersebut anjlok hingga 51%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×