kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Analis: Data inflasi bakal sokong harga SUN


Jumat, 01 April 2016 / 11:32 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Terjaganya tingkat inflasi dalam negeri pada Maret 2016 disinyalir akan mendorong kenaikan harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan Jumat (1/4).

Pada Kamis (31/3), rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price menanjak 0,2% dibandingkan hari sebelumnya ke level 111,19.

Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra memaparkan, terkendalinya inflasi Indonesia sepanjang Maret 2016 bakal menjadi katalis positif bagi harga SUN di pasar sekunder pada perdagangan Jumat (1/4).

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,19% (mom) pada Maret 2016 dengan inflasi tahunan sebesar 4,45% (yoy). Sehingga, inflasi berjalan (ytd) Tanah Air mencapai 0,61% (ytd).

"Angka inflasi tersebut masih sejalan dengan estimasi analis yang dipatok 0,25% (mom) dan 4,5% (yoy). Pemerintah dan Bank Indonesia memang berupaya untuk meredakan laju inflasi," jelasnya.

Namun, investor bakal menantikan rilis data sektor tenaga kerja Amerika yang akan disampaikan pada Jumat (1/4) malam. Data tersebut merupakan faktor penting bagi Bank Sentral Amerika sebelum pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika pada tanggal 26 – 27 April 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×