kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Analis: cari pinjaman bank lebih cocok untuk PTPP


Jumat, 28 Maret 2014 / 22:00 WIB
ILUSTRASI. Kini obat bagi pasien Covid-19 yang sedang isoman bisa langsung diambil ke apotek.


Reporter: Cindy Silviana Sukma | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Perusahaan pelat merah yang bergerak dalam bidang konstruksi, investasi, dan properti PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berencana untuk melakukan pinjaman untuk mendukung belanja modal perseroan di tahun ini.

Menurut Tumiyana, Direktur Keuangan PTPP, Perseroan masih memiliki beberapa opsi skema keuangan yang akan dipilih, tergantung efisiensi dari tingkat bunga pinjaman. Di antaranya adalah merilis obligasi lanjutan dengan nilai emisi Rp 300 miliar, penerbitan surat utang seperti medium term notes, maupun pinjaman bank.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, skema yang paling baik dipilih perseroan saat ini adalah pinjaman bank. Mengapa? Sebab, tak hanya bunga yang menjadi pertimbangan. "Pinjaman terhadap bank akan lebih efisien, karena hanya terjadi antar kedua belah pihak," ucapnya.

Sedangkan, jika obligasi, perseroan harus melihat kondisi pasar ke depan dan suku bunga Bank Indonesia. "Jika suku bunga BI masih bertahan di 7,5%, maka kupon bunga 10%-11% masih terlihat menarik bagi investor," ujarnya.

Adapun, ia menganjurkan jika perseroan sebaiknya memilih menerbitkan obligasi di bulan April, ketimbang Mei. "Menjelang pemilu, pasar akan lebih fluktuatif," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×