kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Analis: Baiknya hati-hati soal aturan FFR


Senin, 18 September 2017 / 21:43 WIB


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Peraturan financing to finance ratio (FFR) yang kini masih dikaji Bank Indonesia (BI) bisa mengganggu penyaluran kredit bank ke sektor riil. Fund Manager Capital Asset Management Desmon Silitonga menyarankan, baiknya pemerintah mengkaji peraturan FFR secara hati-hati. 

"Di luar negeri, bank bisa beli obligasi korporasi sudah menjadi hal biasa, sementara di Indonesia belum," kata Desmon. Di sisi lain bila kebijakan FFR diterapkan dikhawatirkan perbankan jadi lebih enggan untuk menyalurkan kreditnya ke sektor riil. 

"Padahal bank memegang peran sebagai intermediasi yang menyalurkan dana dari masyarakat dalam bentuk kredit ke sektor riil," kata Desmon. Dia menambahkan, bank berkemungkinan lebih banyak memarkirkan dana masyarakat ke obligasi saat kondisi ekonomi sedang tidak sehat. 

Artinya, sektor riil jadi tidak bisa berkembang dan bisa berimbas pada suku bunga kredit sulit untuk turun. "Investasi obligasi dihitung dari loan to deposit ratio (LDR), apakah LDR tinggi memang ditaruh pada sektor riil apa lebih dominan di sektor keuangan," kata Desmon.

Meski begitu Desmon memproyeksikan ke depan permintaan obligasi korporasi akan bertambah, begitupun suplai obligasi korporasi akan mengikuti. Hanya, Desmon mengatakan harus dipikirkan kembali apakah kelak peraturan ini akan mendorong bank menyalurkan dana lebih banyak ke sektor keuangan atau sektor riil. Selain itu, pemerintah juga baiknya menetapkan rating obligasi korporasi setara investment grade untuk portofolio bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×