kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Anak usaha Hanson International membidik Rp 500 miliar dari IPO


Selasa, 23 Januari 2018 / 08:30 WIB
Anak usaha Hanson International membidik Rp 500 miliar dari IPO


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hanson International Tbk (MYRX) akan membawa anak usahanya, PT Harvest Time, untuk masuk bursa melalui initial public offering (IPO). Perusahaan properti yang mengembangkan proyek residensial Citra Maja Raya di Banten ini akan melepas 15% saham.

Rencana IPO Haverst Time menambah panjang jejak anak usaha MYRX yang masuk bursa. Tahun lalu, MYRX mengantarkan PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) melakukan penawaran saham perdana.

Benny Tjokrosaputro, Direktur Utama MYRX, mengatakan, dalam IPO Haverst Time, target dana yang diincar sekitar Rp 300 miliar sampai Rp 500 miliar. "Diperkirakan menggunakan laporan keuangan September 2017. Jadi, akan listing sebelum Maret," ujar Benny, Senin (22/1).

Harvest Time sudah menunjuk PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk dan PT Jasa Banda Garta Sekuritas sebagai penjamin emisi. Nantinya, dana IPO akan digunakan untuk ekspansi. "Mayoritas dana untuk akuisisi ratusan hektare lahan," sebut Benny. 

Benny belum bersedia menjelaskan lebih detil luas lahan yang dibidik oleh anak usaha MYRX. Dia hanya menyatakan, Harvest Time akan menyesuaikan luas lahan sasaran dengan jumlah dana yang berhasil diperoleh dari IPO. 

Akuisisi akan dilakukan pada lahan di sekitar lokasi yang ada saat ini. Benny menyebutkan, hal serupa dilakukan pada ARMY, dimana sebagian besar dana IPO digunakan akuisisi lahan.

Saat ini, Benny menjelaskan, MYRX mendekap 80% saham Harvest Time. Sedangkan sisanya merupakan milik partner yang bersifat perorangan. Perusahaan yang berdiri sejak 1971 silam ini lebih memilih menjaring dana dari pasar modal untuk anak usahanya. Sebab, upaya tersebut lebih mudah dibanding pinjaman perbankan.

Benny menilai, sektor properti pada tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan kondisi tahun lalu. Sehingga, produk properti yang dipasarkan bisa diserap pasar.

MYRX banyak menjual produk dengan segmen menengah ke bawah. Dan, pangsa pasar ini sedang bertumbuh. "Kami fokus level menengah ke bawah, sekitar 80%-90%, termasuk perusahaan yang mau IPO ini," kata Benny.

Sekadar informasi, proyek Citra Maja Raya merupakan hasil kerjasama antara Haverst Time dan Grup Ciputra. Luas lahan di proyek ini mencapai 1.000 hektare. Benny memperkirakan, nilai aset Harvest Time mencapai Rp 2 triliun. "Dari proyek ini, total ada 11.000 rumah sold out dan sekitar 3.000 unit sudah hand over," beber Benny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×