kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Anabatic Technologies (ATIC) menargetkan pertumbuhan dua kali lipat di Filipina


Minggu, 01 Desember 2019 / 15:00 WIB
Anabatic Technologies (ATIC) menargetkan pertumbuhan dua kali lipat di Filipina
ILUSTRASI. Anabatic Technologies (ATIC) menyebut pasar Filipina bisa dijadikan lompatan menuju pasar Amerika Utara dan Eropa.

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan teknologi PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) masih akan fokus menggarap pasar Filipina dalam waktu tiga tahun ke depan. Pasalnya, manajemen menyebut pasar Filipina bisa dijadikan lompatan untuk menuju pasar Amerika Utara dan Eropa.

ATIC melakukan ekspansi di Filipina melalui anak perusahaannya yaitu PT Karyaputra Suryagemilang. Anak perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang business management service atau penyedia layanan IT terkait sumber daya manusia (SDM).

Direktur Utama Karyaputra Suryagemilang Munadi Wiryadipura menyebutkan, pasar di Filipina memiliki prospek yang bagus. Sejak masuk pada kuartal IV-2017, manajemen mengakui bisa mengalami double growth. Berkaca dari capaian tersebut, Karyaputra menargetkan double growth dalam tiga tahun ke depan. “Saat ini kami sudah memiliki dua klien, satu bank multinasional dan asuransi di Filipina,” lanjut Munadi, Kamis (28/11).

Baca Juga: Anabatic Technologies (ATIC) Yakin Bisa Raih Pendapatan Rp 6,1 Triliun

Salah satu klien yang dia sebut bank multinasional adalah Citibank. Di sisi lain, Munadi mengatakan Karyaputra telah menyediakan 120.000 provider di Filipina. Jumlah ini diperkirakan masih akan tumbuh sejalan dengan populasi Filipina yang cukup besar.

Melansir Statista, pada tahun 2017 jumlah penduduk Filipina mencapai 104,92 juta jiwa dan diperkirakan menjadi 106,6 juta jiwa pada tahun 2018. Sedangkan pada tahun 2019 diperkirakan naik menjadi 108,31 juta jiwa.

Selain itu, Karyaputra akan menggarap serius pasar di Filipina lantaran ingin menyasar pasar yang lebih luas. Peluang itu terbuka lebar apabila perusahaan bisa masuk di Filipina. “Karena kami tahu business process outsourcing (BPO) Filipina sudah menyalip India, kemudian market mereka Amerika Utara dan Eropa sehingga standard requierement, ekspektasi klien jauh lebih tinggi,” imbuh dia.

Baca Juga: Laba Anabatic Technologies turun 55,10% di kuartal III-2019, berikut penyebabnya

Namun soal mencapai pasar Amerika Utara dan Eropa, anak usaha ATIC ini masih belum memasang target. Karyaputra masih akan memperluas pasar di Filipina.

“Kalau di Indonesia kami pegang pangsa pasar 25%, namun kalau di Filipina kami bersaing dengan top player di luar negeri. Tapi bagusnya, kami bisa menyalip satu provider di sana,” ujar Munadi.

Direktur ATIC Adriansyah mengatakan, pihaknya masih akan fokus di Singapura, Malaysia dan Filipina. Anabatic telah memiliki masing-masing satu kantor perwakilan di setiap negara.

Namun ATIC juga tengah menjajaki pasar Thailand dan Vietnam. Emiten ini melihat perkembangan ekonomi dan teknologi di kedua negara tersebut cukup menjanjikan. “Dari sisi adopsi teknologi yang setara dengan Indonesia itu Vietnam, menarik tetapi tidak langsung nyebur. Kami mau konsolidasi dulu,” ujar dia.

Adriansyah mengatakan, pihaknya tetap akan mencari partner kuat di negara-negara yang menjadi sasaran ATIC.




TERBARU

×