kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Aluminium bakal paling tertekan di antara logam industri


Minggu, 25 Maret 2018 / 22:39 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga aluminium akan tertekan paling dalam di antara semua logam industri, setelah Amerika Serikat (AS) menerapkan tarif impor produk China. Presiden AS Donald Trump menerapkan tarif impor sekitar US$ 60 miliar bagi produk China.

Andri Hardianto, analis PT Asia Tradepoint Futures mengatakan dari penetapan tarif impor AS kepada China tersebut, harga aluminium jadi yang paling tertekan dibanding nikel dan tembaga.

Harga aluminium berpotensi terkoreksi paling besar karena ekspor terbesar China ke AS berupa aluminium. Andri menyebut ekspor aluminium sebesar 17% dari total ekspor China ke AS. Sementara, porsi ekspor China ke AS untuk nikel hanya 2%. "Jadi pelaku pasar di China memperkirakan yang paling terkena dampak dari kebijakan ini adalah aluminium," paparnya, Jumat (23/3).

Namun, Andri memproyeksikan selama sepekan depan, harga logam industri masih akan terpengaruh oleh pelaku pasar yang fokus pada pergerakan dollar AS. Dengan kondisi seperti ini, Andri memproyeksikan minat investor untuk barang komoditas bepotensi melemah.

"Jangka pendek pelaku pasar masih lebih melihat pada pergerakan dollar AS ketimbang perubahan perdagangan internasional," kata Andri. Jika permintaan akan safe haven meningkat maka harga komoditas berpotensi semakin tertekan.

Sementara, sanksi AS terhadap China ini juga mempengaruhi pergerakan harga tembaga. Namun, potensi penurunan harga tembaga lebih rendah daripada aluminium, karena masih ada potensi defisit pasokan tembaga di pasar global. Sehingga, menurut Andri harga tembaga masih bisa terjaga.

Andri memproyeksikan harga aluminium pada Senin (26/3) berada di US$2.000-US$2.100 per metrik ton. Sedangkan, harga nikel diperkirakan bergerak di US$13.320-US$13.480 per metrik ton. Sementara, harga tembaga berada di US$6.620-US$6.700 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×