kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.619   66,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Akuisisi saham sejumlah perusahaan nikel memoles prospek Harum Energy (HRUM)


Selasa, 23 Februari 2021 / 15:50 WIB
ILUSTRASI. pt Harum Energy energi tbk HRUM


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

Membaiknya perekonomian China tentunya menjadi sentimen positif bagi komoditas logam ini, dimana berdasarkan data terakhir China memegang penuh konsumsi nikel dunia saat ini yang diikuti oleh Eropa, Afrika, dan Amerika

Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan kenaikan harga nikel pada tahun ini akan lebih terbatas, yakni sekitar 8% dari harga rata-rata tahun lalu. Okie menyebut, hal ini seiring dengan naiknya harga nikel yang dapat menjadi eksposur bagi produsen yang menggunakan nikel sebagai bahan bakunya.

Baca Juga: Jual 2 unit kapal, Temas (TMAS) dapat Rp 26,9 miliar

Adapun harga yang terlalu tinggi juga dapat memberikan tekanan pada biaya produksi. “Sehingga perlu ada penyesuaian harga antara produsen dan konsumen,” sambung dia.

Saat ini, lanjut Okie, Indonesia sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia memiliki posisi yang diuntungkan. Terlebih, Pemerintah melalui BUMN juga akan fokus untuk mengembangkan industri baterai listrik dengan mendorong sejumlah insentif.

Selanjutnya: AISA berharap bisa perbaiki ekuitas dengan peluncuran tiga varian baru di tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×