Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
SINGAPURA. Harga kontrak emas dunia pagi ini (3/8) tertekan. Data Bloomberg menunjukkan, pagi tadi, harga kontrak emas untuk pengantaran segera turun sebesar 0,3% menjadi US$ 1.092,14 per troy ounce. Pada pukul 09.21 waktu Singapura, harga kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.093,96 per troy ounce.
Pada 24 Juli lalu, harga si kuning sempat menyentuh level US$ 1.077,40 per troy ounce. Ini merupakan level terendah dalam lima tahun terakhir. Selain itu, harga emas juga menorehkan penurunan mingguan selama enam pekan berturut-turut, terlama sejak 2004.
Adapun harga kontrak emas untuk pengantaran Desember turun 0,2% menjadi US$ 1.093,50 per troy ounce di Comex, New York.
Ada sejumlah faktor yang menyebabkan harga emas tertekan. Salah satunya, para manajer keuangan masih tetap melakukan investasi jangka pendek atas emas. Menurut data Commodity Futures Trading Commission (CFTC), per 28 Juli 2015, jumlah kontrak emas jangka pendek yang dipegang para spekulator mencapai 11.334 kontrak.
Sedangkan kepemilikan kontrak emas jangka panjang kembali menurun untuk pekan kelima. Adapun penyebabnya adalah penegasan the Federal Reserve terkait rencana kenaikan suku bunga acuan AS pada tahun ini seiring kian membaiknya pasar tenaga kerja.
Huatai Great Wall Futures Co, dalam risetnya hari ini menilai, data CFTC menunjukkan semakin banyak investor yang memandang bearish terhadap emas. "Ekspektasi kenaikan suku bungan mengerek dollar, itu sebabnya permintaan investasi emas akan berkurang," tulis Huatai, broker asal China.
Sekadar tambahan, pagi ini, Bloomberg Dollar Spot Index tak banyak mencatatkan perubahan. Sepanjang tahun ini, indeks Dollar sudah menguat hingga 18%. Di sisi lain, harga emas sudah tergerus 15%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













