Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren digitalisasi aset keuangan global kian ekspansif seiring maraknya inovasi produk investasi alternatif berbasis ekuitas asing yang ditokenisasi.
Kehadiran instrumen inovatif berupa rToken besutan platform Bitget ini dirancang khusus guna menjembatani likuiditas kripto dengan peluang pertumbuhan saham Wall Street.
Langkah terobosan tersebut terbukti direspons positif oleh pasar setelah mencatatkan kinerja penggalangan dana kelolaan yang gemilang dalam waktu singkat.
Berdasarkan data internal teranyar per 6 Juli 2026, nilai asset under management (AUM) produk investasi nonbursa ini telah menembus level sekitar US$ 114 juta.
Baca Juga: Prospek Kripto Kuartal III-2026 Dibayangi Ekspektasi Suku Bunga dan Risiko Inflasi
Kepala Analis di Riset Bitget, Ryan Lee mengatakan, lonjakan dana kelolaan ini berjalan selaras dengan tingginya pemanfaatan produk oleh para pelaku pasar secara aktif.
Karakteristik pergerakan dana yang dinamis mencerminkan fungsi instrumen ini sebagai pilihan taktis utama dalam diversifikasi portofolio modern.
"Sejak diluncurkan pada tanggal 2 Juni, rToken mencatat volume trading kumulatif sebesar $671,37 juta, dengan volume harian rata-rata sebesar $19,75 juta dan volume tertinggi dalam satu hari mencapai $56,16 juta," ujar Ryan dalam keterangan tertulisnya.
Di tingkat sebaran aset, produk rSPCX saat ini kokoh memimpin sebagai kontributor dana kelolaan terbesar dengan porsi mencapai 23,51% dari total nilai keseluruhan.
Besarnya minat pemodal pada klaster tersebut menandakan kuatnya permintaan pasar terhadap eksposur bergaya pasar privat yang selama ini relatif sulit dijangkau melalui jalur perusahaan pialang konvensional.
"Peringkat ini menunjukkan bahwa permintaan awal terhadap rToken dipimpin oleh aset-aset terkait teknologi dan pasar privat yang mendapat perhatian tinggi, sementara aset-aset infrastruktur AI menjadi kelompok permintaan terbesar berikutnya," kata Ryan.
Baca Juga: Lonjakan Harga Minyak Dunia Tekan Kripto, Ini Penjelasan Analis
Ke depan, perputaran modal pada instrumen hasil tokenisasi ini diperkirakan akan semakin progresif seiring dengan tibanya musim rilis laporan kinerja keuangan korporasi teknologi global dalam jangka pendek.
"Salah satu perilaku yang diperkirakan muncul pada 2026–2027 adalah meningkatnya rotasi berbasis katalis di antara ekuitas yang ditokenisasi," pungkas Ryan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














